iklan zonasultra

Warga Kondara di Kolut Protes Pembangunan Rabat Beton

Warga Kondara di Kolut Protes Pembangunan Rabat Beton
PEMBANGUNAN JALAN - Pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2019 di Desa Kondara Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) diprotes warga setempat karena diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran bangunan (RAB) dan tampak dikerjakan asal-asalan. (Rusman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Pembangunan jalan rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2019 di Desa Kondara Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) diprotes warga setempat karena diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran bangunan (RAB) dan tampak dikerjakan asal-asalan.

Salah satu warga Kondara, Addin menyayangkan tindakan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) saat melakukan pengerjaan fisik pengecoran rabat beton yang dibuat di jalan Desa Kondara, tepatnya di Dusun I. Kurang lebih 200 meter panjang rabat beton tersebut diduga asal jadi dengan menggunakan campuran semen sangat sedikit yakni satu banding enam untuk mendapatkan keuntungan lebih.

Baca Juga : Ruas Jalan di Kolut Rusak Parah, Satu Kecamatan Terancam Terisolir

iklan zonasultra

“Saya lihat waktu pengerjaannya itu kebanyakan pasir dari semennya di mana dibagi dua itu semen terus menggunakan pasir tiga tong sekali giling pakai moleng, jadi perbandingannya satu sak semen banding enam jelas mengurangi kualitas rabat tersebut,” kata Uddin kepada Zonasultra.com, Sabtu (19/10/2019).

Kata dia, beberapa waktu lalu pernah dirinya meminta berkas RAB kepada TPK untuk memastikan namun tidak diberikan kerena alasan bukan untuk umum. Uddin menambahkan, dirinya sebagai warga setempat merasa wajar mempertanyakan pembangunan jalan rabat beton tersebut yang menghabiskan dana sebesar ratusan juta rupiah.

Sementara itu, Pejabat Sementara (PJS) Desa Kondara Hafid membantah kalau pekerjaan yang dikerjaan TPK itu tidak sesuai RAB. Volume rabat beton tersebut sepanjang 375 meter dengan besar anggaran Rp343 juta lebih bersumber dari DD tahun 2019. Namun ia mengakui bahwa masih ada pekerjaan yang tersisah 75 meter belum dikerjakan karena ditakutkan cepat rusak saat dilewati mobil.

Baca Juga : Pemda Konut Realisasikan Pengasapalan Jalan di 5 Kecamatan

“Semua pekerjaan sudah sesuai, kenapa kita pakai setengah sak sekali giling untuk memaksimalkan percampuran antara semen, pasir dan kerikil,” kata Hafid.

Di tempat terpisah, Pendamping Teknik Kecamatan Erik Bidja juga membenarkan bahwa pakerjaan fisik di Desa Kondara sudah sesuai prosedur. “Masalah RAB itu memang bagian dari dokumen negara, jadi tidak bisa diperlihatkan kecuali menyurat terlebih dahulu,” tandasnya. (B)

 


Kontributor : Rusman
Editor : Muhamad Taslim Dalma

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib