iklan zonasultra

Warga Korban Banjir di Kolut Krisis Air Bersih

Warga Korban Banjir di Kolut Krisis Air Bersih
BANJIR - Puluhan rumah di dua desa di Kecamatan Pakue masih terendam air setinggi betis orang dewasa sejak Minggu (28/4/2019). Warga korban banjir akibat luapan sungai kekurangan air bersih (Rusman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Warga korban banjir akibat luapan sungai di dua desa di Kecamatan Pakue, kekurangan air bersih. Hingga berita ini diturunkan puluhan rumah di dua desa tersebut masih terendam air setinggi betis orang dewasa sejak Minggu (28/4/2019).

Akbar, warga Desa Seuwwa, mengatakan untuk mengatasi kebutuhan sehari-hari warga terpaksa menadah air hujan.

Iklan Zonasultra

(Baca Juga : Banjir di Kolut Robohkan Pagar Masjid Desa Latowu)

“Kita sudah dua hari kesulitan air bersih sejak banjir, air PDAM juga kenapa tidak mengalir,”kata Akbar saat dihubungi, Selasa (30/4/2019).

Warga Korban Banjir di Kolut Krisis Air Bersih

Dijelaskannya, selain krisis air dampak banjir juga mengenangi lahan perkebunan masyarakat sehingga aktivitas warga lumpuh total karena kebun masih terendam air.

Akbar berharap pemerintah segera menurunkan bantuan air bersih di lokasi titik banjir tersebut, agar bisa mengurangi beban warga.

(Baca Juga : Delapan Desa di Lima Kecamatan di Kolut Terendam Banjir)

” Saya harap pemerintah terkait memperhatikan nasib kami, hanya BPBD saya yang sempat saya liat ada di lokasi banjir, Kemana itu Dinas Sosial dan Dinas PU yang secepatnya melakukan normalisasi sungai,” tegas Akbar.

Sementara itu, Kepala Unit Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Unit Pakue? Masadi mengatakan, ada dua desa yang lumpuh total yakni Desa Kondara dan Desa Mikuasi karena ada pipa yang putus di Desa Kasumeeto akibat banjir.

Sementara di Kecamatan Ngapa putus total karena pipa induk PDAM sepanjang 150 meter hanyut diterjang banjir yang berada di Desa Mataiwoi.

(Baca Juga : Sehari Dilanda Hujan, Jembatan Trans Sulawesi di Kolut Amblas)

“Kalau Desa Toaha dan Seuwwa itu kemungkinan ada gangguan karena penyebab ada galian rencana pengaspalan di daerah itu, tapi kalau mati total kemungkinan ada penyebabnya juga banjir,” ujar Masadi.

Ia menambahkan, secepatnya akan melakukan perbaikan agar kebutuhan air bersih dapat terpenuhi, namun untuk normal kembali pihaknya belum bisa memastikan. (b)

 


Kontributor : Rusman
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib