Tampilan Desktop

Berantas Narkoba, BNN Sosialisasi ke Anggota PGRI Kendari
41 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendari menggelar sosialaisasi kepada anggota persatuan guru Republik Indonesia (PGRI) di lingkup Kota Kendari, Senin (21/11/2016), sebagai upaya mencegah dan memberantas penggunaan narkoba.

Berantas Narkoba di Kalangan Pelajar, BNN Kendari "Banting Stir" Bentuk Kurikulum Integrasi

Kepala BNN Kota Kendari, Murniati

Kepala BNN Kendari Murniaty M mengatakan, peringkat pertama untuk penyalahgunaan narkotika untuk kategori pelajar saat ini adalah di wilayah Sulawesi Tenggara. Hal itu, lanjut dia, perlu mendapatkan perhatian serius baik pihak orang tua, guru, masyarakat, maupun instansi terkait.

“Ini sangat memalukan, kalau prestasi yang kita torehkan tidak masalah, tapi ini narkoba,” kata Murniaty.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sejak bulan Januari hingga Oktober 2016, jumlah pelajar yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika seperti sabu, ganja dan penyalahgunaan bahan adiktif yakni lem fox, mumbul sudah berjumlah 142 orang.

Kendati demikian, pihak pemerintah setempat seolah tak perduli dengan kondisi tersebut. Pasalnya, hingga saat ini belum ada Peraturan Daerah (perda) untuk pencegahan peredaran barang tersebut. Sehingga, pihaknya saat ini baru dapat bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk bersama-sama melakukan sosialisasi pencegahan penggunaan narkoba.

Efek yang timbul setelah penggunaan antara lain, stimulan yakni merangsang fungsi tubuh meningkatkan gairah dan aktiviitas semangat kerja over dan lebih percaya diri, depresan yakni penekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas, dan halusinogen yaitu zat yang memberikan efek halusinasi karena merubah perasasn dan fikiran.

“Ketiga efek tersebut sangat berbahaya, bahkan bisa merenggut nyawa bagi mereka yang mengkonsumsi,” ujarnya.

Untuk itu, Murniaty berharap agar guru dan orang tua segera melaporkan jika mengetahui ada anak atau pelajar yang mengkonsumsi narkoba untuk segera direhabilitasi.

Masyarakat juga, sambung dia, harus berperan aktif, jika mendapatkan anaknya lain dari biasanya jangan dibiarkan. Sebaiknya segera laporkan ke instansi terkait untuk dapat diawasi sejak dini.

” Jangan nanti sudah parah, karena dia (Narkoba) nyerang otak. Kalau sudah parah susah, bisa masuk rumah sakit jiwa,” pungkasnya. (B)

 

Reporter : Irsan Rano
Editor : Kiki

JN ZonaSultra

View all contributions by JN ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com