Buka Rembug Nasional Pendidikan dan Kebudayaan, Jokowi Bahas Infrastruktur

Buka Rembug Nasional Pendidikan dan Kebudayaan, Jokowi Bahas Infrastruktur
REMBUG NASIONAL - Presiden Jokowi saat membuka Rembug Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019 di Pusdiklat Kemendikbud Jl. Raya Ciputat-Parung Sawangan Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019). (Rizki Arifiani/ZONASULTRA)

ZONASULTRA.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka acara Rembug Nasional Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2019 di Pusdiklat Kemendikbud Jl. Raya Ciputat-Parung Sawangan Depok, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019).

Dalam sambutannya, Jokowi membahas pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas kabinet kerjanya.

iklan zonasultra

“Sebelum masuk ke urusan pendidikan saya ingin bercerita sedikit mengenai infrasruktur. Boleh yaa,” kata Jokowi saat membuka Rembug Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2019.

Jokowi mengungkapkan bahwa selama 4,5 tahun ini, pihaknya fokus dan konsentrasi baik secara anggaran menuju pembangunan infrastruktur. Alasan mengutamakan pembangunan infrastruktur adalah selama ini daya saing Indonesia sangat rendah jika dibandingkan dengan Singapore maupun Malaysia. Biaya logistik dan transportasi di Indonesia dua kali lebih mahal.

“Karena jalan kita yang gak baik, airport kita yang runwaynya kurang panjang, pelabuhan kita yang ga siap. Inilah yang menyebabkan kalahnya kita bersaing dengan negara-negara tetangga kita,” imbuh Jokowi.

Menurutnya produktifitas Indonesia hanya ada Investasi dan ekspor. Indonesia kalah dengan Singapore, Malaysia, Filipina, Thailand bahkan Vietnam pada empat tahun yang lalu.

“Saya tidak mau kita kalah nanti dengan Kamboja, kalah dengan Laos, mau apa kita?,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Jokowi menegaskan pembangunan infrastruktur merupakan fondasi bagi sebuah negara untuk dapat bersaing. Tahun 1978 Indonesia membangun tol Jagorawi. Beberapa negara seperti Malaysia bahkan China melihat pembangunan tol tersebut.

“Tahun 78 mereka lihat kita. Tapi 40 tahun kita baru membangun jalan tol 780 km, langsung kita bandingkan dengan China sekarang mereka telah memiliki 280 ribu km. Kita 780, gak pake ribu. Seribu km saja gak ada selama 40 tahun,” tandasnya.

Mau tidak mau fakta ini yang harus dihadapi. Pembangunan infrastruktur memang penting. Selanjutnya, tambah Jokowi, akan menitikberatkan pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). (b)

 


Reporter: Rizki Arifiani
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib