iklan zonasultra

Diskusi Publik di UHO, Kementerian Kominfo Ajak Mahasiswa Kembangkan Ekonomi Kreatif

Diskusi Publik di UHO, Kementerian Kominfo Ajak Mahasiswa Kembangkan Ekonomi Kreatif
DIALOG PUBLIK - Dialog publik potensi ekonomi kreatif untuk anak muda di Sulawesi Tenggara (Sultra) di Auditorium Mokodompit Universitas Halu Oleo (UHO), Rabu (20/2/2019). (Mardin/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mengajak mahasiswa untuk mengembangkan ekonomi kreatif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Kominfo, Septriana Tangkary mengatakan, saat ini memasuki era digital yang sangat erat berhubungan dengan IoT atau “internet of things”, di mana semua perangkat di sekitar kita terhubung dengan internet, sehingga antar perangkat dapat saling “berkomunikasi”.

Menurut Septriana, kemajuan teknologi dengan penggunaan IoT tidak akan terlalu berpengaruh tanpa kreatifitas dan inovasi. Kreatifitas akan mendorong inovasi yang menciptakan nilai tambah lebih tinggi dan pada saat bersamaan ramah lingkungan serta menguatkan citra dan identitas budaya bangsa.

(Baca Juga : Jarang Diketahui, Ini Hak dan Kewajiban Mahasiswa UHO)

Kreatifitas dan teknologi mampu menopang bertumbuhnya ekonomi kreatif, yang menguatkan perekonomian nasional. Nilai tambah yang dihasilkan ekonomi kreatif juga mengalami peningkatan.

“Pada tahun 2017 sumbangan industri ekonomi kreatif sudah menembus Rp1000 triliun. Pertumbuhan ekonomi kreatif dan sumbangan PDB-nya berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Dan tentunya mampu menyerap jutaan tenaga kerja,” ujar Septriana dalam dialog publik di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dengan tema potensi ekonomi kreatif anak muda di Sulaweai Tenggara (Sultra), Rabu (20/2/2019).

Menurutnya, pemerintah komitmen di masa datang ekonomi kreatif bisa menjadi pilar perekonomian di mana dapat menjadi model ekonomi baru yang berdasarkan pikiran dan gagasan yang menjadi tulang punggung.

Untuk menggerakkan ekonomi kreatif memerlukan kebersamaan, dan sinergi dari seluruh pelaku usaha kreatif. Sinergi-sinergi ini yang akan mendorong karya-karya kreatif mendapatkan nilai tambah yang besar.

Pengguna internet Indonesia saja sebesar 143,7 juta, dan yang aktif menggunakan media sosial sebesar 130 juta. Maka sangat penting untuk kita agar mampu menjadikan para pengguna internet ini, sebagai pengguna yang terliterasi dengan baik dan dapat menggunakan aset gawainya secara positif terutama untuk dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Dikatakan, pada tahun 2020 Indonesia diprediksi dari potensi ekonomi digitalnya akan mampu menyumbang US$ 150 milliar terhadap nilai PDB Indonesia. Pada 2030, dengan 60% total penduduk Indonesia berusia produktif (27% generasi muda) maka potensi SDM ini diharapkan akan semakin mendorong kesejahteraan serta kemajuan perekonomian nasional.

(Baca Juga : Hari Ini Prodi Pendidikan Apoteker UHO Kuliah Perdana)

Untuk itu sejalan dengan semangat membangun SDM Indonesia, Kementerian Kominfo berusaha untuk merubah mindset business as usual menjadi lebih modern dan inovatif.

Rektor UHO Muhammad Zamrun yang hadir dalam diskusi ini mengatakan, pihaknya siap berkerja sama dengan Kominfo untuk mengembangkan bidang kreatifitas mahasiswa. Selama ini kampus terbesar di Sultra itu juga memnberi perhatian lebih terhadap ekonomi-ekonomi kreatif yang dilakukan mahasiswa.

“Kegiatan ini sangat positif sekali bagaimana anak-anak mahasiawa bisa mengetahui bagaimana itu ekonomi kreatif,” kata Zamrun. (b)

 


Penulis: M1
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib