iklan zonasultra

DPRD Konsel Lakukan Kajian Pompa Air Tanpa Mesin di Yogyakarta

DPRD Konsel Lakukan Kajian Pompa Air Tanpa Mesin di Yogyakarta
KAD - Komisi dua DPRD konsel saat melakukan Kajian Antar Daerah (KAD) di Sleman Yogyakarta. Kamis (7/3/2019). (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.COM,ANDOOLO-Anggota Komisi Dua DPRD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) saat tengah mengkaji penggunaan Pompa air tanpa menggunakan mesin di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk dicoba penggunaanya. Pengkajian ini dilakukan setelah legislator menerima usulan warga di daerah pemilihan (Dapil) dua saat DPRD Konsel melakukan Reses.

Ketua komisi II DPRD Konsel, Try haryono mengatakan, ia bersama sebelas anggotanya tertarik untuk melakukan kajian terkait pompa air, dan dianggap prioritas karena berhubung dengan kelangsungan hidup warga di wilayah itu.

“Kami memilih melakukan kajian antar daerah di kabupaten Sleman ini karena sesuai hasil reses kami ke desa-desa di Konawe Selatan, banyak desa – desa yang memberikan informasi bahwa di Sleman ini telah menggunakan tekhnologi pompa air tanpa mesin atau tanpa listrik yang dapat mengairi persawahan. Sehingga kami ingin mengetahui seperti apa cara kerja alat tersebut,” ungkap Try saat dihubungi, Jumat (8/3/2019).

Di Sleman, pihaknya telah bertemu langsung dengan pemilik perusahaan pompa hidram yang diundang dalam pertemuan saat rombongan komisi II DPRD Konsel melakukan kunjungan Antar Daerah (KAD) di wilayah tersebut.

“Kami sudah bertemu pemilik perusahaanya, insya allah beliau siap datang melihat kondisi daerah kita yang ada di Dapil dua untuk uji coba alatnya. Mudah-mudahan nanti bisa berhasil dan bermamfaat,” ujar Try.

Dikatakan Try, anggota komisi II DPRD Konsel juga berkesempatan meninjau langsung pompa air yang sangat sederhana, karena selain tak menggunakan mesin dan listrik, mesin itu juga dapat mengairi persawahan masyarakat.

“Ini sangat cocok bagi masyarakat kita di dapil dua yang ada di delapan kecamatan, karena jika hal tersebut teralisasi, maka pengairan bisa mengalir lima Desa di kecamatan Basala, seperti di Desa Pulopololi, Lipu Masagena dan Teporombua. Yang memiliki hamparan sawah kurang lebih 1.000 Hektar sehingga dibutuhkan 10 unit pompa air tersebut melalui sumber air kali Roraya,” terangya. (b)

 


Kontributor : Erik Ari Prabowo
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib