Gejala Gizi Buruk, Balita di Bombana Terbaring Kaku

227
Gejala Gizi Buruk, Balita di Bombana Terbaring Kaku
GIZI BURUK - Seorang Balita di Desa Waimputtang, Kecamatan Poleang Selatan Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) terserang gizi buruk sejak lima bulan terakhir. Kini, anak itu tengah terbaring kaku di kediamannya. (MUHAMMAD JAMIL/ZONASUTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RUMBIA– Seorang Balita bernama Zulkifli (4) warga Desa Waimputtang, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana terbaring karena terserang penyakit yang menunjukkan gejala gizi buruk yakni badan kurus dan perut membuncit.

Salah satu faktor anak itu mengalami gizi buruk diduga karena ekonomi keluarga yang penuh keterbatasan. Zulkifli merupakan anak kelahiran Poleang Selatan, 8 Juli 2015 ini mulai merasakan penyakit itu sejak September 2018.

Zulkifli terlahir dari pasangan Dahlan dan Fitriani yang merupakan warga asli Desa Waimputtang. Ia terlahir sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara. Mereka hidup dalam kesederhanaan. Sang ayah menjalani kesehariannya sebagai nelayan dan sang ibu hanya sebagai ibu rumah tangga (IRT).

” Anak saya sakit, kami butuh bantuan pengobatannya, kami juga sudah berupaya menyembuhkannya tapi masih gagal,” ucap Fitriani, dihubungi ZONASULTRA.COM, Kamis (7/2/2019).

Fitriani pun menceritakan kronologis penyakit anaknya itu. Mulanya, Zulkifli terserang demam tinggi disertai penurunan nafsu makan. Ia pun sempat berfikir bahwa itu bukan demam biasa, lalu dibawalah anak itu ke Puskesmas terdekat.

(Baca Juga : Hajrah L. Johan, Mantan Atlet Difabel Asal Bombana Meninggal Dunia)

“Lima bulan lalu anak ini sampai kejang-kejang, demam tinggi dan membuat kami panik. Belum lagi saat itu kami terhimpit ekonomi makanya penanganannya pun kurang maksimal,” keluh Fitriani.

Lanjutnya, selang beberapa hari, kondisi fisik anaknya mulai mengalami perubahan drastis. Hal itu membuatnya bertambah panik dan membawa anak itu ke Rumah Sakit Umum Daetah (RSUD) Bombana beberapa bulan lalu. Fitriani mengaku heran sebab anak tersebut tak diberi izin rawat inap.

“Kami sudah bawa ke RSUD kasian, tapi tidak bisa di rawat inap, makanya kami pulang ke desa kami,” bebernya.

Seiring waktu berlalu, kondisi fisik Zulkifli pun semakin parah. Ia tak mau lagi mengkonsumsi makanan keras, melainkan hanya bubur. Hal itu membuat anak ini mengalami pengecilan otot dan perut semakin membuncit.

“Tidak hanya itu, anak kami ini susah buang air besar, makanya perutnya buncit begini,” keluhnya bernada tangis.

Menanggapi hal itu, Kepala desa Waimputtang, Hanafi belum bisa berkomentar terkait anak itu. Ia meminta awak media untuk menyaksikan langsung anak tersebut di desanya.

“Untuk lebih jelasnya, kalian datang langsung ke rumah warga kami,” tutup Hanafi ditemui di aula Kantor Bupati Bombana dalam Rakor pengawasan dana desa, Kamis (7/2/2018).

Pihak medis di RSUD Bombana pun saat ini tengah berupaya mengecek riwayat pengobatan anak tersebut. “Kami masih mencari data anak itu, intinya anak ini akan segera ditanggulangi secepatnya,” ujar Riswanto selaku Direktur RSUD Bombana. (A)

 


Kontributor : Muhammad Jamil
Editor : Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib