Tampilan Desktop


Ini Pemicu Siswa SMA 2 Kendari Demo Kepala Sekolah
111 Dibaca

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Ratusan siswa SMA 2 Kendari yang berani  demo kepala sekolahnya bukan tanpa alasan. Asif Hasan yang menjabat kepala sekolah baru 7 bulan dinilai telah melakukan pungutan liar.

Ketua Osis SMA 2 Kendari  Ahmad Zarkasi mengungkapkan adanya pungutan liar terhadap kelas 10 (yang lulus murni) sebesar Rp 200.000, per siswa dan itu tidak disalurkan kemana-mana. Jumlah siswa kelas 10 yang mencapai 200 orang lebih berarti pungutan terhadap siswa baru sekitar Rp.40 juta.

Setiap siswa juga dibebankan dengan pembayaran les sebesar Rp.30.000 per mata pelajaran dan ditambah lagi pungutan iuran OSIS Rp.5.000 per bulan setiap siswa. Dana-dana yang dipungut itu tidak jelas digunakan untuk apa. (Artikel terkait: Tidak Peduli Kegiatan OSIS, Kepala Sekolah SMA 2 Kendari Didemo Siswanya)

“Dana BOS dari pemerintah juga tidak jelas karena selama ini kegiatan OSIS kami biayai sendiri. Sudah sering pengurus OSIS menghadap langsung kepada kepala sekolah mengenai kegiatan yang dirancang namun tidak direspon,” kata Ahmad kepada sejumlah wartawan disela-sela aksi demo tersebut di halaman sekolah SMAN 2 Kendari, Sabtu (12/9/2015).

Ahmad menegaskan siap menerima segala akibat dari pernyataannya yang berani itu karena para siswa membutuhkan pemimpin yang transparan. Dikatakannya, dia tidak takut karena itu merupakan suara hati nurani seluruh siswa SMAN 2 Kendari.

Meski didemo, Kepala sekolah SMA 2 Kendari,  tidak keluar menemui siswanya. Salah seorang guru yang coba menghentikan unjuk rasa tidak dipedulikan oleh para siswa.

Segera Hentikan Pungutan

Kepala sekolah SMAN 2 Kendari Asif Hasan yang ditemui wartawan berjanji akan menghentikan pungutan jika itu adalah pelanggaran. Segala bentuk pungutan akan didiskusikan dengan dewan guru dan komite sekolah.

Asif mengakui ada pungutan Rp.200 ribu per siswa bagi 200 lebih siswa baru (lulus murni) yang akan digunakan untuk pembangunan pagar sekolah. Hanya memang itu hanya berdasarkan koordinasi antara kepala sekolah dan ketua komite sekolah tanpa rapat komite. (Baca juga : Kadikbud Kendari: Kepsek dan Guru SMA 2 Akan Kami Panggil)

“Itu untuk perbaikan pagar, hanya memang pagarnya sampai hari ini belum dibangun karena masih konsultasi dengan pemilik lahan di sebelah sekolah,” kata Asif di ruang kerjanya, Sabtu (12/9/2015).

Selain itu ada juga pungutan les terhadap para siswa sebesar Rp.30 ribu perbulan untuk setiap bidang studi. Namun itu kata Asif,  tidak melanggar karena berdasarkan persetujuan seluruh orang tua siswa.

Asif mengatakan tidak menyangka siswa-siswanya akan melakukan aksi unjuk rasa karena beberapa waktu lalu pengurus OSIS sudah rapat dengannya. Program osis segera disusun sehinggga kegiatan OSIS yang selama ini mandek bisa berjalan.

“Kegiastan OSIS Itu bisa dijalankan nanti keluar dana BOS. Sampai hari ini dana bos belum keluar terutama kami di SMA 2 ini,” kata Asif.

 

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com