Tampilan Desktop


Ketua DPRD Konawe Diduga Ikut Menikmati Skandal Korupsi KPUD?
55 Dibaca

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Gusli Topan Sabara diduga ikut menikmati dugaan korupsi di tubuh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) yang merugikan negara sebesar Rp 6,1 miliar. Dalam kasus ini, polisi menjerat lima mantan komisioner, mantan sekertaris dan mantan bendahara KPUD Konawe sebagai tersangka.

Ketua DPRD Konawe Diduga Ikut Menikmati Skandal Korupsi KPUD?

Ilustrasi

Salah satu sumber terpercaya yang meminta namanya tidak dipublikasikan mengaku jika keterlibatan GTS (sapaan akrab Gusli) diduga dilakukan pada saat proses pembahasan anggaran dana hibah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Konawe tahun 2012/2013 lalu. Dimana saat itu politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu masih menjabat sebagai anggota komisi II DPRD Konawe.

“Waktu itu kan Ketua DPRD masih pak Kery Syaiful Konggoasa yang saat ini menjabat Bupati Konawe, nah dalam pembahasan anggaran Pilkada Konawe ada transaksi politik yang dilakukan para politisi PAN untuk memuluskan niat Kery untuk maju di Pilkada,” Kata lelaki paru baya itu kepada awak zonasultra.com, Senin (13/6/2016).

Kata dia, untuk mewujudkan impian Kery Syaiful Konggoasa memimpin Kabupaten Konawe, anggaran Rp 14 Miliar yang diajukan pihak penyelenggara Pilkada langsung disetujui oleh DPRD dengan catatan pasangan Kery Syaiful Konggoasa-Parinringi bisa jadi pemimpin daerah penghasil beras terbesar di Sultra itu.

“Setelah disetujui, disitulah ada pembagian “kue”. Tetapi saya tidak tahu secara spesifik berapa dana yang mengalir ke GTS dan juga anggota DPRD komisi II lainnya, yang jelasnya semua kebagian,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, Ketua DPRD Konawe, Gusli Topan Sabara membantah jika dirinya ikut menikmati uang hasil korupsi KPUD Konawe yang nilainya sangat pantastis itu. Ia mengaku jika saat Pilkada Konawe lalu, dirinya tidak memiliki jabatan apapun di DPRD (non job), sehinga sangat tidak mungkin dirinya ikut dalam pembahasan anggaran Pilkada itu.

“Saat itu saya kan non job, dan saya jadi Ketua DPRD itu setelah Pak Kery dilantik jadi Bupati Konawe. Jadi dimana keterlibatan saya? bisa ditanyakan kapan saya pernah bertemu dengan para penyelenggara itu,” ujar GTS.

Meski begitu, Gusli menilai isu keterlibatan dirinya hanyalah isu yang sengaja ingin menjatuhkan dirinya saja, sebab menurutnya itu sangat tidak berdasar. (A)

 

Penulis : Restu
Editor  : Rustam

HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

1 Comment

  1. Rolansyah aria pribadi 6 Agustus 2016 at 9:26 pm

    klo sy sumber yg dimaksud sebagai slah satu saksi yg menerangkan terkait hal keterlibatan GTS atau d sinyalir mengalir kepada beliau d buka aja biar ada proses2 hukum yg d lalui.. klo pernyataanx yg dmaksud tidak melahirkan fakta outentik maka sangsinx sangat fatal.. menurut hemat sy sbagai salah satu alumni mahasiswa hukum yg ada d konawe bwh prnyataan tersebut hanyala suatu akal2lan yg d buat dgn memunculkan tokoh senral yg ada d konawe kemudian berharap masalah tindak pidana korupsi d lingkup penyelenggara pd saat itu yg juga membelit dirinya (orang yg memberikan kesaksian degan bukti katanya-katanya) terkubur untuk tdk d lanjudkan.. motifasi yg sy sampaikan mempunyai landasan yg jelas sperti yg termaktum dlm logika sederhana tentang hukum itu sendiri ketika d perhadapkan oleh sistem,, namun itu akan menjadi keliru n akan malah smakin membuat gejolak hukum sebab yg di tuding tersebut adalah slah satu tokoh yg trad recordnya bukan menjadi rahasia pribadi lagi.. dmn subjek yg z maksud sampai hari ini belum memiliki catatan hitam dlm rel sistem yg ada d konawe..

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com