Tampilan Desktop


Pemuda Ini Mengaku Dianiaya Oknum TNI, Kapenrem: Kami Tidak Tahu Persoalan Itu
246 Dibaca

Rahmat Majad (19) Pemuda Ini Mengaku Dianiaya Oknum TNI, Kapenrem: Kami Tidak Tahu Persoalan Itu

Penganiyayaan : Rahmat Majad (19) Pemuda yang mengaku telah dianiaya oleh beberapa oknum TNI yang menyebabkan pemuda ini harus dirawat di Rumah Sakit Bahteramas Sulawesi Tenggara (Sultra). (Lukman Budianto/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Seorang pemuda yang beralamatkan di jalan Gersamnata, Anduonohu, Kendari, mengaku telah dianiaya oleh oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) Sabtu malam (24/9/2016) lalu.

Pemuda tersebut bernama Rahmat Majad (19). Ia mengaku telah dipukuli lebih dari 10 orang oknum aparat hingga mengalami luka lebam di badan, dan cidera di kedua kakinya yang mengakibatkan pemuda ini harus dirawat di Rumah Sakit Bahteramas Sulawesi Tenggara (Sultra).

Saat ditemui awak media di Rumah Sakit Bahteramas, Rahmat Majad menceritakan jika kejadian ini bermula saat ia bersama temannya sedang bermain internet di konter rekannya. Setelah itu Rahmat pulang ke rumahnya untuk makan. Setelah makan, malam itu ia mengaku mencari gitar untuk melawan rasa kantuknya.

“Jadi setelah saya dapat itu gitar di depan rumah saya, datangmi itu temanku kasi informasi. Ternyata teman-temanku di konter pale ditangkap,” ungkap Rahmat.

Rahmat mengaku tidak mengetahui persis masalah sehingga teman-temannya ditangkap. Sehingga ia bersama teman lainnya berinisiatif untuk mencari tahu keberadaan rekannya yang menurut informasi sedang diamankan petugas.

“Saya sudah pulang balik di Citra Land, saya tidak dapat. Makanya saya telepon temanku yang nama Lale, tapi bukanmi dia yang angkat, melainkan tentara. Terus dia bilang itu tentara datangmi di sini yang banyak mobil,” ujarnya.

Lebih lanjut Rahmat menjelaskan, saat dirinya masih berada di atas motor, tiba-tiba datang orang menggunakan motor trail dan memegang tangan kirinya. Ia mengaku malam itu saat tangannya dipegang, dirinya sempat melihat pistol.

“Saya dengan temanku panik, jadi saya lari. Pas kami lari, ada yang menembak. Setelah itu saya jatuh, terus saya didapat lalu dibawami di depan Citraland yang banyak ruko,” ungkapnya.

Setelah ditangkap, lanjut Rahmat, dia sempat memberontak dan melawan, namun tiba-tiba lehernya dicekik dan dibawa masuk ke dalam ruangan. Rahmat baru dilepaskan setelah kakaknya, yang diketahui anggota Polri datang.

Terkait kasus ini, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 143/Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayor Inf Azwar Dinata yang dikonfirmasi awak zonasultra.com mengungkapkan, ketidak tahuannya terkait kejadian itu.

“Setau saya ngak ada. Laporan di Korem pun tidak ada yang masuk, saya saja taunya dari rekan-rekan wartawan. Intinya sampai saat ini saya tidak tahu apa-apa, kalau memang ada anggota yang melakukan, pasti ada laporan masuk,” kata Azwar yang diditemui di Makorem 143/Haluoleo Kendari. (B)

 

Reporter : Lukman Budianto
Editor    : Rustam

DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com