Tampilan Desktop



Polemik Ijen, Ini lho Penjelasan MenLHK Siti Nurbaya dan Menpar Arief Yahya
25 Dibaca

ZONASULTRA.COM, BANYUWANGI – Simpang siur seputar informasi pembangunan fisik di puncak Ijen, Banyuwangi sampai juga ke Menteri Pariwisata Arief Yahya. Apalagi siulan-siulan netizen di media sosial sudah sedemikian kencang, lebih banyak yang kontra daripada yang setuju.

“Beberapa pertanyaan media yang sampai di handphone saya, langsung saya forward ke Bu Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang punya kawasan itu. Dan beliau langsung merespons cepat, terima kasih Ibu MenLHK, ini sangat membantu netizen yang ingin tahu,” jelas Arief Yahya, Menpar RI.

Arief Yahya

Arief Yahya

Menpar yang asli Banyuwangi itu, kebetulan menghadiri pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Sabtu 11 November 2017 lalu. Ada beberapa pejelasan Menteri Arief kepada wartawan di Pendopo Kabupaten Banyuwangi. Pertama, apa yang dibangun yaitu pagar, musholla dan toilet, sangat dibutuhkan oleh wisatawan.

Kedua, kata Arief Yahya, lokasi bangunan mushola dan toilet tidak pada lokasi yang biasa untuk melihat pemandangan dan bukan di jalur pendakian. “Mungkin ini yang perlu disosialisasikan, agar tidak menimbulkan aneka praduga,” sebut Arief Yahya dengan nada datar.

Lalu apa penjelasan MenLHK Siti Nurbaya yang dikirim ke Menpar Arief? Ini dia pointersnya:

Konstruksi dibangun dengan berbagai pertimbangan. 1) Karena lebar bibir kawah ijen hanya 2m, dengan kanan kiri kawah dan jurang sehingga perlu diantisipasi dengan pagar pengaman. Pagar dibangun dengan struktur menyerupai kayu sehingga menyatu dengan alam.

2). Pagar juga sudah ada sebelumnya dan sangat tidak aman. Pagar akan membatasi pengunjung dari kawah, karena pengunjung terlarang untuk turun ke kawah dan selama ini tidak ada pembatas meski ada papan larangan.
3). Toilet dan mushola menjawab guna memenuhi permintaan wisatawan, masyarakat dan pejabat yg ke ijen selalu mengeluhkan ketiadaan mushola shg tidak bisa sholat subuh tepat waktu.

Baca Juga : Menpar Arief Yahya: Terima Kasih GenPI-GenWI, Terus Gasss

Soal toilet dan mushala, Menpar Arief Yahya juga membenarkan, bahwa itu dibutuhkan. “Di seluruh destinasi wisata dunia, di mana pun juga butuh toilet yang bersih, bagus, nyaman. Jadi ini bagus, kalau ingin menjadi global player, harus menggunakan global standard,” kata Arief Yahya lagi.

Ini lanjutan penjelasan Menteri LHK Siti Nurbaya: Pertama yang dibangun hanya pagar pengaman, toilet, mushola. Tidak ada bangunan lain selain itu. Dan bukan kereta gantung, warung, toko, resto, hotel ataupun taman bermain. Titik mushala dan toilet pun bukan di jalur pendakian, dan tidak akan menghalangi pandangan pengunjung dari blue fire, karena terletak 226m dari titik blue fire. Tinggi pagar hanya 85 cm sehingga tidak menghalangi photographi.

Kedua investornya negara, karena Ijen adalah salah satu prioritas nasional pariwisata. Anggaran pembangunan Ijen dibangun dengan DIPA KLHK melalui DIPA BBKSDA Jatim tahun anggaran 2017.

Lalu apa komentar Menpar Arief? “Saya rasa penjelasan Bu MenLHK bagus, semoga ini bisa membantu netizen, yang ingin tahu seputar Ijen,” kata Arief Yahya. (*)

Tagged with:
DY ZonaSultra

View all contributions by DY ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & Iklan

0822 9264 2997

0853 4040 4947

redaksizonasultra@gmail.com marketingzonasultra@gmail.com

ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free