Tampilan Desktop


Polisi Pembunuh Bidan Cantik Asal Konsel Ternyata Ingin Melamar Wanita Idaman Lain
31743 Dibaca

Polisi Pembunuh Bidan Cantik Asal Konsel Ternyata Ingin Malamar Wanita Idaman Lain

PEMBUNUHAN – Foto Harmawati dan sang kekasih yang diduga membunuh Harmawati, bidan cantik asal Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mayatnya ditemukan membusuk di semak-semak Desa Lappo Bosse, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bonedi Bone, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. (Foto: www.Facebook.com)

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI– Terkuak sudah motif pembunuhan Harmawati, bidan cantik asal Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mayatnya ditemukan membusuk di semak-semak Desa Lappo Bosse, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bonedi Bone, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

Alumni kebidanan swasta di Kendari ini diduga dibunuh sang kekasih Bripda Muhlis, polisi yang bertugas pada Direktorat Sabhara Polda Sulawesi Selatan karena ingin menikahi gadis idaman lain di Kajuara.

Sebelum membunuh bidan, Muhlis dan orangtuanya harus kerja keras mengumpulkan uang panaik (mahar) demi melamar sang kekasih.

(Artikel Terkait : Warga Konsel Ditemukan Tewas di Bone)

“Uang panaik-nya Rp 50 juta,” kata Andi Muhammad Ridwan, Kepala Desa Lappo Bosse, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Jumat (19/8/2016), seperti dikutip dari tribunbone.com.

Harmawati, alias Arma selama ini tercatat sebagai honorer di Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai. Sebelum dibunuh, ia diduga hamil.

Hal itu diketahui saat polisi dari Polres Bone dan Polda Sulawesi Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara di kamar kost Harmawati, di Jl Landak Baru, lorong 10, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/8/2016), ditemukan alat tes kehamilan (test pack).

(Artikel Terkait : Pembunuh Hermawati Ternyata Oknum Polisi)

Polisi juga menemukan susu untuk ibu hamil, dan sebuah kaos berwarna biru bertuliskan “Turn Back Crime”.

“Susu ibu hamil ini sama dengan yang ditemukan bersama korban (Harmawati),” kata penyidik Polres Bone, AKP Harjoko saat olah tempat kejadian perkara.

Muhlis yang baru empat tahun menjadi anggota Polri kini ditahan di Mapolres Bone demi mempertanggungjawankan perbuatan sadisnya itu.

Akibat perbuatannya itu, Muhlis terancam diberhentikan secara tidak hormat dari kepolisian.

 

Penulis  : Rustam

Tagged with: ,
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

8 Comments

  1. Daeng Caddi 20 Agustus 2016 at 3:05 pm

    Perbaiki cara nulis beritanya Boss.. jgn cuma berita keberita dicopas.. banyak tuh yg salah pemberitaanmu..

    • Can 21 Agustus 2016 at 6:42 am

      Berita yg benar seperti apa???

  2. romlah,s 20 Agustus 2016 at 5:24 pm

    Tulisannya membingungkan.. !!

  3. Ina 21 Agustus 2016 at 6:15 am

    Ndk jlas isi beritanya,,,,

  4. Abdi 21 Agustus 2016 at 1:44 pm

    Adeh.. Ini editornya mana ? Susah dicerna runtutannya..

  5. Puput 22 Agustus 2016 at 7:13 pm

    Jangan asal tulis. Beritanya tidak benar !

  6. wiwi 27 September 2016 at 5:45 pm

    Alumni kebidanan akbid syekh yusuf gowa sulsel bukan kendari

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277

redaksizonasultra@gmail.com

Marketing:

marketingzonasultra@gmail.com