Tampilan Desktop

Rektor Unidayan, Jadi Narasumber Talksow Pendidikan di Pameran Kampus Nusantara 2016
181 Dibaca

Rektor Unidayan, Jadi Narasumber Talksow Pendidikan di Pameran Kampus Nusantara 2016

Rektor UNIDAYAN, Ir. H. L. M. Sjamsul Qamar, M.T. Saat Talksow Pendidikan dan Penyerahan Reward ke Peserta yang Aktif.(Foto Istimewa)

 

ZONASULTRA.COM, BAUBAU– Pameran kampus perdana di kota Baubau ini mengambil tema “Gateway to National Education”  dikuti oleh 10 kampus diantaranya Universitas Dayanu Ikhsanuddin (UNIDAYAN) Baubau, Akademi Kebidanan (AKBID) Buton Raya, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, Universitas Gunadarma (UG) Jakarta, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) AMIKOM Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Hang Tuah Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Pameran pendidikan yang digagas oleh mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Buton Raya (FORMABUTRA) ini diselenggarakan pada tanggal 25 – 27 Agustus 2016 di Baruga Masjid Agung Keraton Kota Baubau.

Hari pertama, Kamis (25/8) rundown kegiatan pameran ini salah satunya adalah Talksow Pendidikan dengan menghadirkan Rektor UNIDAYAN, Ir. H. L. M. Sjamsul Qamar, M.T. sebagai narasumber di depan para delegasi kampus dan pengunjung pameran.

Sjamsul Qamar membawakan materi yang berjudul Persiapan Pada Era Global dengan membahas tentang era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah berlangsung sejak 1 Januari 2016. Artinya globalisasi sudah dimulai. Warga negara di negara-negara yang termasuk dalam ASEAN sudah dapat dengan mudah pergi ke negara-negara tetangganya untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tanpa mengalami hambatan berarti.

“Dengan berlangsungya  Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sejak 1 Januari 2016 berartinya globalisasi sudah dimulai. Warga negara di negara-negara yang termasuk dalam ASEAN sudah dapat dengan mudah pergi ke negara-negara tetangganya untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tanpa mengalami hambatan berarti,” ungkap Sjamsul Qamar.

Rektor UNIDAYAN ini menambahkan dengan adanya MEA, maka produk-produk dari ASEAN akan bersaing dengan produk-produk yang ada dalam negeri. Secara otomatis tenaga kerja Indonesia juga akan bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari negara  tetangga yang masuk dalam ASEAN.

“Tantangan untuk kita adalah apakah apakah produk-produk kita dapat barsaing? Dan apakah tenaga kerja kita dapat bersaing?” kata Sjamsul.

Sjamsul Qamar mengatakan upaya-upaya yang perlu dilakukan sebagai solusi untuk hal ini diantaranya, Pendidikan yang berkualitas, pelatihan-pelatihan, penelitian (riset), dan pengembangan unit-unit usaha.

Pendidikan yang berkualitas menjadi tanggung jawab setiap perguruan tinggi karena Perguruan Tinggi merupakan garda terdepan untuk melahirkan SDM-SDM terdidik dan berkualitas yang tidak hanya siap sebagai tenaga kerja  terampil tapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan.

“Pendidikan yang berkualitas menjadi tanggung jawab setiap perguruan tinggi karena Perguruan Tinggi merupakan garda terdepan untuk melahirkan SDM-SDM terdidik dan berkualitas yang tidak hanya siap sebagai tenaga kerja  terampil tapi juga mampu berwirausaha (intrepreneurship),” tutupnya.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi diskusi dan diakhiri dengan pemberian reward untuk pengunjung yang aktif dalam diskusi. (***)

 

Citizen Reporter : Dahmar, S.KM., M.Kes

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROMOSI & IKLAN

0821 1188 2277
redaksizonasultra@gmail.com
Marketing:
marketingzonasultra@gmail.com