Tampilan Desktop


Saksi Ahli Benarkan Penyidik Harus Dari Polri di Praperadilan Gubernur Sultra
798 Dibaca

Saksi Ahli Benarkan Penyidik Harus Dari Polri di Praperadilan Gubernur Sultra

PRAPRADILAN NUR ALAM – Saksi Ahli terakhir guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Romli Atmasasmita memberikan keterangan dalam sidang praperadilan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (10/10/2016). (Rizki Arifiani/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, JAKARTA– Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) kembali menggelar sidang gugatan praperadilan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Nur Alam dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli terakhir oleh pemohon (Nur Alam). Kuasa hukum Nur Alam menghadirkan guru besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Romli Atmasasmita sebagai saksi ahli terakhir.

Dalam kesaksiannya, Romli yang dikenal dengan arsitek Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini membenarkan bahwa penyelidik dan penyidik berasal dari kepolisian yang diberhentikan sementara.

“Pada saat Undang-Undang (UU) diketok palu, penyidik adalah polri dan penuntut adalah jaksa,” jelas Romli di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Senin (10/10/2016).

Menurut Romli, memang KPK sendiri dapat mengangkat penyelidik, penyidik, dan penuntut. Akhirnya pada proses tawar menawar dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), disepakati bahwa penyelidik dan penyidik berasal dari polri dan harus dihentikan sementara untuk menghindari loyalitas ganda.

PRAPRADILAN NUR ALAM - Sejumlah masa menggelar aksi mendukung Gubernur Sultra dua periode ini di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan selama sidang praperadilan berlangsung, Senin (10/10/2016).  (Rizki Arifiani/ZONASULTRA.COM)

PRAPRADILAN NUR ALAM – Sejumlah masa menggelar aksi mendukung Gubernur Sultra dua periode ini di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan selama sidang praperadilan berlangsung, Senin (10/10/2016). (Rizki Arifiani/ZONASULTRA.COM)

 

Romli adalah saksi ahli terakhir yang dihadirkan oleh kubu Nur Alam setelah dua saksi ahli dihadirkan beberapa hari yang lalu yakni Guru Besar Unpad I Gede Pantja Astawa dan Ahli Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Chairul Huda. Sidang kelima praperadilan ini dipimpin oleh Hakim Tunggal I Wayan Karyan.

(Artikel Terkait : Sidang Ketiga Praperadilan Gubernur Sultra, Sejumlah Masa Gelar Aksi di PN Jaksel)

Sementara sidang praperadilan berlangsung, sejumlah masa menggelar aksi mendukung Gubernur Sultra dua periode ini di depan PN Jaksel. Mereka meyakini bahwa Nur Alam tidak bersalah dan berharap Pengadilan dapat berlaku adil.

Untuk diketahui Nur Alam telah ditetapkan tersangka oleh KPK dalam penyalahgunaan kewenangan oleh Gubernur Sultra dalam persetujuan dan penerbitan IUP di wilayah Sultra tahun 2008-2014. Diduga Nur Alam mendapat kick back (imbal balik) dari izin yang dikeluarkan.

(Artikel Terkait : Ada Ancaman, Tim Kuasa Hukum Nur Alam Batal Hadirkan Saksi)

Atas perbuatannya, KPK menjerat Nur Alam dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. (A)

 

Reporter: Rizki Arifiani
Editor  : Rustam

Tagged with:
HT ZonaSultra

View all contributions by HT ZonaSultra

Similar articles

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Promosi & iklan

0821 1188 2277 redaksizonasultra@gmail.com Marketing: marketingzonasultra@gmail.com