iklan zonasultra

Sejam Tertimpa Reruntuhan Pasir, Pemuda di Polbar Tewas

TERTIMPA - Asdar alias Yado (25), salah seorang warga di Dusun Pompangi, Desa Ranikomea, Kecamatan Poleang Barat, Bombana, Sulawesi Tenggara harus meregang nyawa setelah tertimbun reruntuhan Pasir di areal pertambangan galian C milik warga setempat, Minggu (26/1/2019). (MUHAMMAD JAMIL/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, RUMBIA– Seorang pemuda di Dusun Pompangi, Desa Ranokomea, Kecamatan Poleang Barat (Polbar), Bombana, Sulawesi Tenggara, bernama Asdar (25) tewas tertimbun pasir selama satu jam di lokasi tambang galian C di wilayah itu, Minggu (27/1/2019) sekitar pukul 15.30 Wita. Peristiwa naas yang dialami pria yang kerap disapa Yado ini, membuat kaget warga setempat.

Pantauan ZONASULTRA.COM, warga berlarian menuju lokasi Tempat Kejadian Perkara ( TKP). Sejumlah warga berupaya menyelamatkan Yado dari runtuhan pasir yang juga ikut menimpa truk milik salah satu perusahaan di wilayah itu.

Proses evakuasi korban pun berlangsung hingga pukul 16.30 Wita. Keluarga korban bersikukuh mencari bantuan hingga ke Pemerintah desa setempat. Yado pun berhasil dievakuasi dan langsung dibawa warga menuju kediamannya dalam kondisi kritis.

(Baca Juga : PT. MPS Bantah Pekerjanya Tewas Tertimbun Pasir)

Dengan kondisi darurat, mobil patroli Polsek Poleang Barat menjadi satu-satunya bantuan untuk mengangkut korban ke Puskesmas Polbar. Setibanya, di Faskes Tingkat Pertama itu, Yado tak mampu lagi bertahan hingga menghembuskan nafas terakhirnya.

Sejam Tertimpa Reruntuhan Pasir, Pemuda di Polbar Tewas

Kepala Desa Ranokomea, Iskandar Wase menuturkan, Yado adalah pemuda pemberani dan tangguh. Ia menafkahi istri dan anaknya dengan bekerja sebagai tukang Secop pasir di perusahaan tambang galian C yaitu PT. Mitra Prima Sulawesi (MPS).

” Yado ini sangat berani, ia rela mengorbankan nyawanya demi istri dan anaknya. Kesehariannya digunakan untuk bekerja keras menyekop pasir di wilayah dusun Pompangi,” ujar Iskandar di Polbar usai peristiwa itu.

Ia menuturkan, kejadian yang menimpa Yado bukan kali pertamanya di areal penambangan pasir tersebut. Peristiwa yang sama pun pernah menimpa bocah hingga meregang nyawa beberapa tahun silam.

Karena itu, Iskandar mengharapkan kepada seluruh perusahaan di Bombana, utamanya di wilayah Polbar, agar berhati-hati dalam menjalankan pekerjaannya.

“Dengan adanya kejadian ini tentunya menjadi perhatian kita bersama. Kami harapkan semua bisa menjaga keselamatannya saat bekerja,” tutupnya.(b)

 


Kontributor : Muhammad Jamil
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib