iklan zonasultra

Tanpa PKS, PAN dan PKB Tentukan Dua Cawawali Kendari

KONFERENSI PERS - Ketua Tim Pengusung Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) Kendari, Sukarman AK saat menggelar konferensi pers, di salah satu warkop di Kendari, Senin (4/3/2019) (Foto: Fadli Aksar/ZONASULTRA)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Rapat koalisi tim pengusung Calon Wakil Wali Kota (Cawawali) Kendari akhirnya melahirkan dua nama, dalam rapat yang digelar Rabu malam, (27/2/2019) lalu. Dua nama itu yakni Siska Karina Adriatma yang diusulkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Rahman Tawulo disulkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Kendari.

Ketua Pengusung Cawawali Kendari Sukarman AK menjelaskan, keputusan itu diambil selama tiga kali rapat koalisi, sejak 20,25 dan 27 Februari 2019 lalu. Hal itu diputuskan dengan semangat bahwa sudah lama terjadi kekosongan dalam pemerintahan dan juga ada 100 ribu warga Kota Kendari menanyakan siapa wakil wali kotanya.

“Rabu malam pukul 22.25, dihadiri PAN, PKB dan PKS, rapat pleno memutuskan PAN mengusulkan dokter Siska Karina dan PKB Rahman Tawulo. PKS tak mengusulkan nama. Esok harinya, Kamis (28/2/2019) sudah diteruskan ke Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir,” ujar Sukarman di salah satu Warkop Kendari, Senin (4/3/2019).

Menurutnya, sejak rapat pertama, 20 Februari 2019 PAN menginisiasi untuk berkumpul bersama PKS dan PKB. Sukarman mengaku mengundang tim pemenangan Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain (ADP-Sul) untuk mengusung calon wakil wali Kota. Namun, rapat saat itu bersepakat tidak menggunakan nama tim ADP-Sul.

(Baca Juga : PKS Tak Akui Hasil Rapat Koalisi Untuk Cawawali)

“Kita bersepakat memberi nama tim pengusung calon wawali terdiri dari PAN, PKS dan PKB. Lalu diputuskan lagi, rapat hanya tiga kali. Rabu malam, sudah harus mengeluarkan calon, Kamis pagi suratnya sudah masuk ke wali kota. Rapat kedua dan ketiga sudah berjalan lancar,” terang politisi PAN ini.

Sukarman menegaskan, Riki Fajar sebagai perwakilan PKS saat itu ikut menandatangani semua berita acara, termasuk dua nama yang telah diusulkan. Jadi, baginya keputusan itu sudah sah secara kelembagaan dan hasil rapat pleno.

Sebelumnya, Sekretaris Umum PKS Kota Kendari Riki Fajar mengaku, hadir dalam rapat koalisi itu, namun kehadirannya itu tidak mewakili partai, tetapi hadir atas inisiatif pribadi sebagai Sekretaris Tim Pemenangan ADP dan Sulkarnain pada pemilihan Wali Kota 2017 lalu.

“Segala keputusan yang dihasilkan dalam rapat koalisi bukan merupakan bagian dari PKS. Saya secara pribadi menarik tanda tangan yang saya bubuhkan dalam hasil dan keputusan rapat tersebut karena tidak mewakili PKS,” tegas Riki Fajar dalam rilis persnya, Kamis (28/2/2019).

(Baca Juga : PRD Jadwalkan Pemilihan Wawali Kota Kendari Awal Maret 2019)

Dikonfirmasi terpisah, Pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sulawesi Tenggara (Sultra) Yaudu Salam Ajo tidak mengakui hasil rapat koalisi malam itu. Sebab, tidak melibatkan PKS sebagai koalisi yang punya hak sama mengusulkan nama Cawawali Kendari

“Biarkan saja mereka mengumumkan nama calon, tapi itu tidak sah secara koalisi. Kita juga punya hak untuk mengusulkan nama, tapi sekarang masih dalam proses,” tegas Yaudu Salam Ajo, saat dihubungi, Jumat (1/3/2019). (A)

 


Kontributor : Fadli Aksar
Editor : Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib