iklan zonasultra

2019, Distan Koltim Target 6,8 Hektar Produksi Pertanian

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Koltim, Lasky Paemba
Lasky Paemba

ZONASULTRA.COM, TIRAWUTA– Dinas Pertanian Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya keras untuk meningkatkan produksi pertanian khususnya pada lahan persawahan di 10 kecamatan yang ada di tahun 2019 ini.

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Koltim, Lasky Paemba mengungkapkan, salah satu kiat yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan program tahunan seperti pemberian bantuan benih gabah unggul kepada para petani.

iklan zonasultra

“Bagaimana pun kami berusaha untuk membagikan bantuan benih gabah yang unggul. Karena kalau bibitnya kurang bagus tentu hasilnya juga tidak bisa maksimal,”ucap Lasky saat ditemui Zonasultra. com, Senin (21/1/2019).

Disebutkan, bantuan benih gabah disiapkan untuk lahan persawahan seluas 1.000 hektar, tersebar di 10 kecamatan. Kesepuluh kecamatan tersebut adalah Kecamatan Tirawuta, Tinondo, Mowewe, Dangia, Lalolae, Loea, Ladongi, Poli-Polia, Lambandia, dan kecamatan Aere.

“Kami juga memprogramkan perbaikan infrastruktur pertanian terutama saluran irigasi dan pembangunan embung (penampungan air),”ujarnya.

Disamping itu, upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan produksi pertanian di Koltim adalah dengan membangun jalan usaha tani. Tujuannya guna mempermudah akses hasil pertanian.

Lasky menyebutkan, khusus di tahun 2018, produksi pertanian di Koltim mengalami peningkatan provitas di tingkat Provinsi Sultra. “Hasil rilis BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi, Koltim yang tertinggi untuk produksi padi,”tuturnya.

Produksi pertanian tahun lalu rata-rata mencapai 6,6 ton per hektar (Ha). Dan di tahun ini, Lasky menargetkan pencapaian produksi 6,8 hingga 7 ton per hektar. “Harus optimis, pasti bisa,”tegasnya.

Dalam mencapai target produktivitas itu, Lasky mengaku bakal menemui kendala di lapangan, seperti kendala dari faktor alam yaitu banjir atau kekeringan atau kemarau panjang.

Selain itu, kendala lain adalah ketersediaan pupuk yang sangat terbatas, adanya serangan hama pada tanaman padi, serta keterbatasan alat-alat pertanian seperti handtraktor.

“Tetapi kami tetap berusaha agar bagaimana hasil pertanian tahun ini bisa meningkat,”tandasnya. (b)

 


Kontributor : Samrul
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib