iklan zonasultra

iklan zonasultra

Asrun-Hugua Janji Canangkan Beasiswa Sekolah ke Luar Negeri

Asrun-Hugua Janji Canangkan Beasiswa Sekolah ke Luar Negeri
NOBAR PIALA DUNIA - Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) nomor urut 2 Hugua saat nonton bareng (nobar) piala dunia bersama kawula muda dan para penggiat seni di kediamannya, Sabtu (16/6/2018) lalu. (Foto: Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) nomor urut 2, Asrun-Hugua berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ini diwujudkan melalui program pemberian beasiswa pendidikan untuk belajar di luar negeri. Tujuannya agar generasi muda Sultra dapat belajar di negara-negara yang sudah lebih maju.

Hugua menyebutkan, beberapa negara yang menjadi tujuan belajar diantaranya Inggris, Jerman, Italia, Prancis. Kemudian, Amerika Serikat, Mesir, Qatar, Australia, Jepang, Malaysia, China, Korea Selatan.

“Kalau Sultra ingin lebih maju, maka anak-anak muda Sultra harus dipersiapkan belajar di perguruan tinggi di luar negeri. Kalau pasangan Asrun dan Hugua terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur tanggal 27 Juni 2018, maka kami akan menyiapkan alokasi anggaran beasiswa untuk sekolah ke luar negeri,” kata Hugua melalui rilis kepada zonasultra.com, Rabu (20/6/2018).

Lanjutnya, setelah selesai melakukan studi di luar negeri, maka mereka harus kembali ke Sultra untuk menerapkan ilmunya. Ilmu tentang pengembangan teknologi, ekonomi, seni dan budaya dan sebagainya, harus dikolaborasikan dengan Pemprov Sultra.

Bila program ini dapat terwujud, Hugua meyakini, Sultra yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, akan terkenal di level dunia internasional.

Dikatakan, dirinya berani berbicara semacam ini, sebab telah berpengalaman membawa nama Wakatobi ke level nasional dan ke mancanegara. Di mana sebelumnya nama Wakatobi tidak pernah terdengar di tingkat nasional, apalagi di luar negeri.

Tapi ketika Hugua menjabat bupati selama 2 periode, Wakatobi menjadi primadona wisatawan domestik dan mancanegara. Bahkan Wakatobi saat ini masuk dalam daftar 10 top destinasi wisatawan di Indonesia.

Dengan pengalaman itu, Hugua juga melihat kehebatan negara Korea Selatan (Korsel) membangun kekuatan ekonomi di Asia dan dunia internasional. Pemerintah Korsel memberikan beasiswa kepada generasi mudanya untuk belajar ke luar negeri.

“Setelah selesai pendidikan, mereka kembali ke negaranya menerapkan semua ilmu yang telah dipelajari. Maka kita lihat, bagaimana tehnologi ponsel Samsung merajai pasar. Grup musik K-Pop yang ikut mempromosikan, akhirnya banyak anak muda ikut membeli ponsel Samsung karena melihat idolanya memakai ponsel tersebut,” jelas Hugua yang pernah diundang pemerintah Jepang menjadi pembicara di beberapa perguruan tinggi di Tokyo.

Korsel tidak hanya terkenal teknologi ponsel Samsung, tapi juga menjadi produsen barang elektronik, seperti televisi, kulkas, mesin cuci dan mesin pendingin ruangan (AC). Bahkan Korsel mengembangkan industri otomotif yang mulai banyak dilirik di pasaran dunia, seperti mobil pabrikan KIA dan Hyundai.

Menurutnya, apa yang pernah dilakukan Korsel bisa terwujud jika ada kerjasama yang baik, antara pemerintah daerah sebagai pengambil kebijakan, generasi muda yang selesai studi di luar negeri, perguruan tinggi yang ada di Sultra sebagai laboratorium, para pelaku seni dan budaya dan pengusaha.

“Maka saya yakin, Sultra akan lebih maju. Dan ini menjadi peran pemimpin Sultra ke depan, agar kita bisa dilihat oleh negara-negara lain di dunia,” ujar Hugua yang juga pernah belajar di Banglades tentang ekonomi negara-negara berkembang. (B)

 


Reporter: Ramadhan Hafid
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib