Awas Bahaya Laten Feminisme!

Nurhayati
Nurhayati

3 maret yang lalu ada aksi yang  membuat ramai lini masa. Pasalnya pada aksi #WomenMarch3  itu para peserta aksi ramai-ramai membawa propaganda dalam bentuk poster seperti “Auratku bukann urusan loe”, “Perempuan tak selalu berv*gina” dan berbagai macam propaganda semacamnya. Propaganda yang dimaksudkan untuk menggaungkan ide feminisme itu sempat viral di social media itu karena aktivisnya pun adalah publik figur.

Sejarah Singkat Feminisme

Sejak peradaban kuno, wanita dipandang sebagai kaum yang terbelakang dan banyak mendapat perlakuan sewenang-wenang. Wanita dianggap hanya sebagai pemuas hasrat seksual pria. Mereka menggap bahwa selama ini perempuan terkekang dengan berbagai macam tuntutan.

Berangkat dari problem ini munculah kaum feminisme yang menuntut adanya kesetaraan gender yang dimana antara hak pria dan wanita haruslah sama. Feminisme menginginkan perempuan haruslah setara dengan pria. Jika lelaki bisa bekerja maka perempuan pun bisa, jika lelaki bisa bebas gonta ganti pasangan, perempuan pun seperti itu.

Tuntutan mereka tak jauh dari agar wanita diberi kebebasan, kebebasan bertindak. Diantara doktrin mereka adalah perihal selangkangan, pakaian, dan pekerjaan. Doktrin semacam ini menjadikan feminisme dianggap ide yang berbahaya dan menyesatkan. Dari sisi mana mmenyesatkan? Lalu bagaiman Islam memandangan ide feminisme ini?

Pandangan Islam pada Ide Feminisme

Feminisme merupakan turunan dari paham sekulerisme yang mana memisahkan agama dari kehidupan. Atas nama kebebasan menjadikan mereka berbuat sesuka dan semau “gue”. Maka feminisme membenci Islam. Karena, Islam tidaklah menganut paham kebebasan tak terjalur dalam menjalankan kehidupan. Feminisme tidak membolehkan negara mengatur urusan selangkangan. Negara saja tidak dibolehkan ikut campur terlebih agama. Maka jelaslah terlihat bahwa kebebasan yang dituntut aktivis feminis ini jelaslah bathil.

Pada masa Arab jahiliyah, wanita dianggap sebagai sebuah aib yang ketika dalam keluarga itu ada seorang bayi perempuan maka seketika itu bayi itu dibunuh dan dikubur hidup-hidup. Betapa tidak berharganya seorang wanita pada masa itu. Lalu ketika Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam datang seolah menjadi sebagai kabar gembira bagi kaum wanita khususnya. Betapa Islam menjadikan wanita sebagai mutiara yang harus dijaga dengan baik tersebab kehormatannya.

Islam hadir, semua budaya Arab Jahiliah yang terkutuk itu dihapuskan. Allah bahkan melaknat pembunuhan pada bayi perempuan dan melarang wanita dijadikan barang waris. Sebagai gantinya, wanita diberi kedudukan setara dengan pria dalam hal keimanan dan amal saleh. Wanita pula termasuk pihak yang berhak mendapat waris dan dapat dipercaya sumpahnya.

Para ummul mukminin dan shahabiyyah menjadi bukti betapa Islam menjunjung tinggi derajat wanita. Mereka mengambil peran penting dalam dakwah Islam dan sosial kemasyarakatan. Aisyah, istri Rasulullah merupakan salah satu perawi yang meriwayatkan ribuan hadits. Para sahabat dan tabiin dari kalangan pria bahkan mengambil ilmu pada beliau. Tidak sedikit pula shahabiyah ikut berperang membela kemuliaan Islam dan syahid ketika wafatnya. SubhanaLlah.

Namun, kondisi semacam itu justru berbalik ketika bangsa Barat menggencarkan beragam ideologi, muslimin justru menjadi pembebek ide-ide bathil mereka. Padahal jika dianalisis ide-ide yang digaungkan oleh Barat ditengah-tengah kaum Muslimin merupakan ide yang cacat sejak lahirnya. Buktinya di Barat yang katanya Modern justru angka pelecehan seksual terhadap perempuan lebih tinggi, wanita menjadi “barang dagangan”, bahkan wanita menjadi objek fantasi bagi pria hidup belang. Naudzubillah min dzalik.

Jika makna feminisme adalah menghargai dan memberikan hak asasi pada wanita. Maka Islam sudah lebih dulu memberikan hak itu terhadap wanita.Islam menempatkan wanita pada tempat yang terpuji. Islam memuliakan mereka dengan hijab dan seperangkat aturan Islam lainnya yang harus ditaati. Tujuannya adalah menjaga kehormatan wanita agar sesuai fitrahnya.

Kesetaraan dalam Islam bukanlah hanya tentang hak asasi melainkan juga kehormatan. Karena itu, muslimin hendaknya tak tertipu dengan ideologi Barat yang menyuarakan feminisme, karena sebetulnya Islam telah menyuarakan kesetaraan itu yang amat sangat ideal dan para shahabiyyah di era awal Islam telah menerapkannya. Bahkan terbukti sepanjang Islam diterapkan ternyata sangat kecil angka kriminalitas yang terjadi pada kaum wanita. Ketika pun ada maka pelakunya langsung mendapat hukuman yang tegas dengan hukum Islam yang diberlakukan pada masa itu. Wallahu ‘alam bishowab[]

 

Oleh : Nurhayati
Penulis Merupakan Komunitas Muslimah Media Kendari

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib