iklan zonasultra

Banjir Kiriman Kembali Melanda Warga Wungguloko Koltim

Banjir Kiriman Kembali Melanda Warga Wungguloko Koltim
BANJIR -Duka kembali dirasakan oleh warga di Desa Wunggoloko, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra). Sudah tiga hari ini, warga di desa itu kembali mendapat kiriman banjir dari sungai Wungguloko. Tinggi banjir sampai betis orang dewasa. Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul sungai. (Samrul/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, TIRAWUTA – Duka kembali dirasakan oleh warga di Desa Wunggoloko, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sudah tiga hari ini warga di Desa Wunggoloko, Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mendapat kiriman banjir dari Sungai Wungguloko setinggi betis orang dewasa. Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul sungai.

Dua dusun paling sering jadi langganan banjir yaitu dusun IV dan dusun V. Dan selalu saja yang paling parah mendapat kiriman banjir adalah warga dusun V.

Tak banyak yang bisa diperbuat warga. Mereka hanya bisa menonton banjir, mengungsi, ataupun menunggu suratnya air banjir.

Seperti yang dilakukan Naidah (40), warga dusun V. Saat banjir kembali melanda, ia hanya bisa pasrah karena tak tahu harus berbuat apa. Apalagi, banjir seperti itu sudah terjadi berulang kali setiap tahunnya.

“Kita hanya bisa tinggal diam saja. Kita mau berbuat apa kasian. Setiap tahunnya kami selalu merasakan banjir,” ujarnya ditemui Sabtu (27/42019).

(Berita Terkait : Jerit Warga Wungguloko Koltim di Tengah Luapan Banjir)

Akibat banjir Naidah memutuskan mengungsi ke dusun IV. Rumah yang dibangunnya di dusun V dibongkar lalu dipindahkan.

Naidah juga mengaku kesulitan tinggal di dusun V sebab jembatan penghubung antara dusun IV dan dusun V sudah tidak ada lagi setelah dihanyutkan banjir beberapa bulan lalu. Saat ini warga dusun V hanya menggunakan jembatan darurat, terbuat dari drum sebagai sarana perlintasan ke dusun IV.

Sepengetahuan Naidah, hingga tiga hari banjir, pemerintah desa, kecamatan maupun Kabupaten Koltim belum ada yang turun melihat kondisi mereka.

Warga dusun IV Siti Arafah (37) mengatakan, selama banjir tiga hari ini kondisi air tak pernah surut, malahan semakin meninggi.

“Itu air sampai di bawah kolong rumah saya. Tingginya sampai betis. Itu juga tanaman di muka rumah tergenang air juga. Motor juga terpaksa ditaruh di rumah tetangga, karena tidak bisa mi ditaruh di bawah kolong rumah karena airnya tinggi,” ungkapnya.

Dikatakan, luapan air sungai terjadi bukan hanya saat hujan deras turun di Desa Wungguloko. Namunn juga ketika desa lain, khususnya di Kecamatan Ladongi dan Kecamatan Loea diguyur hujan deras, maka air sungai pasti meluap.

Bupati Kolaka Timur Tony Herbiansyah sebelumnya pernah mengatakan bakal berjuang mencari solusi guna menyelesaikan persoalan tersebut.

Kata Tony, Pemda Koltim bakal melihat lebih jauh titik-titik kerusakan pada sungai, terutama pada area pembuangan sungai.

“Karena di Wungguloko itu sendiri ada lahan-lahan tertentu yang tidak bisa digarap sebab masuk dalam kawasan hutan lindung. Kita harus minta izin dulu dan sebagainya. Panjang persoalannya. Tapi yang jelas kita sudah mengambil langkah-langkah untuk menangani masalah itu,” ujar Tony pada awal Februari 2019.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Sultra ini juga menjelaskan, alokasi dana perbaikan untuk Sungai Wungguloko tidak ada dalam tahun 2019 ini.

“Tapi di situlah dilihat kelihaiannya seorang kepala daerah untuk mengatasi masalah. Tanpa anggaran sekalipun kita akan berupaya melakukan penanganan,” katanya. (a)

 


Kontributor: Samrul
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib