iklan zonasultra

Banjir Susulan di Konut Landa 6 Kecamatan, Ribuan Jiwa Terdampak

Banjir Susulan di Konut Landa 6 Kecamatan, Ribuan Jiwa Terdampak
BANJIR - Banjir susulan kembali merendami ratusan rumah warga dan akses jalan di Kabupaten Konawe Utara.(Jefri/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Banjir susulan kembali melanda wilayah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Peristiwa itu, membuat ratusan rumah di 6 kecamatan antara lain, Kecamatan Andowia, Asera, Oheo, Landawe, Langgikima dan Wiwirano terendam banjir hingga ketingian 1 meter lebih.

Tak hanya itu, akses transportasi umum masyarakat baik roda dua dan empat lumpuh akibat tertutup banjir. Untuk melintas para pengemudi menggunakan jasa rakit yang dibuat oleh warga sekitar dengan tarif puluhan sampai ratusan ribu.

Iklan Zonasultra

Selain itu, jembatan penghubung antar desa seperti di Laronangan dan Puuwonua, Kecamatan Andowia dan UPT Padelere juga tak luput dari rendaman banjir hingga tidak dapat dilintasi lagi. Akibatnya, warga desa terisolasi.

Tak habis sampai disitu, beberapa fasilitas umun mulai rumah ibadah, sekolah, dan lahan sawah warga juga terdampak dari musibah alam itu. Data yang diperoleh awak media Zonasultra.Com dari BPBD Konut menyebutkan banjir susulan membuat 1.267 Kepala Keluarga (KK), 3.741 jiwa di 19 desa dari 6 kecamatan yang mengungsi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut, Rahmatullah menuturkan, sebelumnya banjir telah surut akan tetapi kembali naik lantaran intensitas hujan yang kembali mengguyur setiap harinya. Sehingga, membuat beberapa sungai besar seperti Sungai Lasolo, Anggomate, Landiwo yang meluap.

Banjir Susulan di Konut Landa 6 Kecamatan, Ribuan Jiwa Terdampak“Di lapangan kondisi air semakin naik dengan ketinggian bervariasi mulai 1 meter sampai 2 meter lebih kerena hujan masih terus turun. Beberapa akses jalan yang terendam banjir bisa dilewati tapi pakai rakit,” kata Rahmatullah dikonfirmasi, Senin (13/7/2020).

Mantan Kadis PU Konut ini mengatakan, warga yang terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Pihaknya menurunkan seluruh tim BPBD lengkap dengan fasilitas alat pengaman untuk melakukan pemantuan dan penyelamatan di lokasi-lokasi banjir.

“Sementara ini sudah ada yang di rumah hunian sementara, ada juga yang mengungusi di rumah sanak keluarga. Ada juga seperti warga Desa Laronangan dan Labungga Kecamatan Andowia sementara ini mengungsi di kantor camat, perumahan camat dan sanggar,”ujarnya.

Di tempat terpisah, Bupati Konut Ruksamin menyampaikan, seluruh tim gabungan dari pemerintah setempat, Kepolisian Polres Konut, TNI, Basarnas digerakkan untuk melakukan penanganan banjir. Dirinya mengawal langsung proses penyaluran bantuan seperti sembako dan peralatan tidur kepada masyarakat agar penyalurannya tepat sasaran.

Pria bergelar doktor ini mengungkapkan, pihaknya tidak hanya menangani persoalan banjir saja, tapi juga penanganan covid-19 serta ancaman longsor dan gempa. Olehnya itu, penanganan full time setiap harinya terus dilakukan untuk membantu warga.

“Mengenai bantuan tak hanya di 6 kecamatan saja yang terndampak banjir, tapi seluruhnya di 13 kecamatan kita salurkan bantuan mulai beras, susu, mie instan dan lainnya. Ini bantuan tahap duanya, tahap satu kan sudah. Kami berharap hujan cepat redah sehingga situasi kembali normal,”terangnya.

Di tempat terpisah, Komanda Pos Basarnas cabang Konut, Dedi Irawan juga menyampaikan, untuk wilayah Kecamatan Andowia dari bibir pantai air sudah meluap sampai 900 meter dengan ketinggian 1 sampai 1,5 meter. Kondisi itu membuat pemukiman warga di desa Labungga dan Laronanga juga pasar-pasar tempat jual beli mengalami banjir.

“Ada jembatan penghubung desa Laronangan dan Puuwonua yang terendam banjir tidak bisa dilewati, terpaksa warga memutar lewat Desa Puusuli. Juga di Kecamatan Asera Desa Puuwanggudu sudah 1 meter lebih naik air dan merendami rumah warga,”ucapnya.

“Sampai saat ini situasi masih dapat terkendali, masyarakat juga sudah diselamatkan dan ada yang evakuasi mandiri. Iya, sempat surut tapi naik, kami saat ini terus monitor, sambil mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Tim lengkap fasilitas terus kami siagakan 1 kali 24 jam untuk membantu,”tukasnya. (a)

 


Reporter: Jefri Ipnu
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib