iklan zonasultra

iklan zonasultra

Batal Nikah, Gadis Mawasangka Ini Tewas Gantung Diri

Batal Nikah, Gadis Mawasangka Ini Tewas Gantung Diri
BUNUH DIRI - RN, seorang gadis berusia 18 tahun asal Desa Napa, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra) memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri (Istimewa)

ZONASULTRA.COM, LABUNGKARI – RN, seorang gadis berusia 18 tahun asal Desa Napa, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara (Sultra) memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Diduga aksi nekat yang dilakukan gadis yang baru saja lulus SMA itu karena urung menikah dengan kekasihnya.

Aksi bunuh diri ini pertama kali diketahui Wadiah (45) Ibu korban, Kamis (21/6/2018) pukul 08.30. Sang ibu melihat tubuh anaknya tergantung di langit kamar. Kala itu, leher sang gadis terikat dengan seutas tali dalam kondisi tak bernyawa.

Diduga, aksi nekat yang dilakukan korban itu lantaran kecewa dengan dengan kekasihnya, ditambah korban putus asa lantaran rencana pernihakannya dengan pemuda Desa Napa, Kecamatan Mawasangka selalu saja tertunda.

Beberapa saat sebelum melihat anaknya tak bernyawa, Wadiah, sempat sarapan berdua dan sering menasehatinya agar tidak terlalu menghiraukan pihak laki-laki yang enggan mengangkat telpon darinya.

(Baca Juga : Pria Asal Muna Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Ketapang)

“Kami tadi pagi sarapan bersama, setelah selesai menyapu dan bersih bersih di bawah rumah, saya naik diatas rumah, lalu memanggilnya (korban) namun karena ia tidak menyahut, saya langsung memeriksa kamar dan keadaannya sudah dalam keadaan tergantung dengan tali, tak bernyawa,” tutur Wadia sambil menangis meratapi kepergian anaknya, Kamis (21/06/2018).

Di tempat yang sama, kakek korban, La Adi Maludu menuturkan, sebelum kejadian tersebut orang tua laki laki atau calon korban datang ke rumah dan memberitahukan keluarga untuk membatalkan rencana pernikahan.

“Tadi orang tua laki-laki datang ke rumah, dia memberitahukan untuk segera membatalkan rencana pernikahan, karena mereka mendapat tanda yang tidak baik setelah melakukan pelamaran, yakni si korban sering sakit setelah dua hari dilamar,” tuturnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepolisian Sekor (Polsek) Mawasangka belum dapar memberikan keterangan pasti apakah motif murni bunuh diri atau tidak. (A)

 


Reporter : CR4
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib