iklan zonasultra

BBPP Batangkaluku Latih Petani Sultra Budidaya Kedelai

BBPP Batangkaluku Latih Petani Sultra Budidaya Kedelai
BBPP BATANGKALUKU - Sejumlah petani menerima arahan dari pihak BBPP Batangkaluku saat melaksanakan praktek lapangan budidaya tanaman kedelai, Kamis (16/11/2017) di Desa Mamunu, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat (Mubar). (Istimewa) 

BBPP Batangkaluku Latih Petani Sultra Budidaya KedelaiBBPP BATANGKALUKU – Sejumlah petani menerima arahan dari pihak BBPP Batangkaluku saat melaksanakan praktek lapangan budidaya tanaman kedelai, Kamis (16/11/2017) di Desa Mamunu, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat (Mubar). (Istimewa) 

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Sebanyak 10 orang petani dari Kabupaten Muna, Muna Barat (Mubar), Buton Utara (Butur) dan Buton Tengah (Buteng) dilatih budidaya tanaman kedelai oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku di Kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kabawa, Kabupaten Muna, Kamis (16/11/2017).

Sabaruddin, tim dari BBPP Batangkaluku mengatakan, empat kabupaten ini menjadi wilayah strategi nasional pengembangan budidaya kedelai melalui program APBN-P tahun 2017. Sehingga diadakan pelatihan teknis tematik bagi non aparatur angkatan XLIV.

Selain mendapatkan materi, para petani juga melakukan praktek lapangan pola tanam kedelai yang baik di Desa Mamuntu, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat (Mubar).

“Antusiasme para petani begitu besar, dan kami bersyukur mereka menerima pelatihan ini dengan baik,” ungkap Sabaruddin.

Ia mengatakan, potensi lahan untuk penanaman kedelai di Kabupaten Muna sangat mendukung dengan tekstur tanah lempung berpasir. Tinggal diperlukan pemupukan dasar dengan pupuk kandang.

Luasan lahan yang nantinya digarap di Muna ada 400 hektar dan Muna Barat 138 hektar, sementara Buton Utara dan Buteng tidak jauh dari jumlah kedua kabupaten tersebut.

Kepala BPP Tiworo Tengah Mujianto, yang memimpin langsung praktek lapangan berharap petani dapat paham dan mengerti cara bercocok tanam kedelai yang baik dan benar guna meningkatkan produksi kedelai.

Setelah mendapatkan ilmu dalam pelatihan ini, diharapkan para petani ini dapat menyalurkan ilmunya kepada seluruh anggota kelompok tani agar berkesinambungan. Salah satu ilmu penting yang akan diajarkan adalah praktek langsung di lapangan cara bercocok tanam kedelai mulai dari pemilihan bibit yang unggul.

Pelatihan teknis ini dilaksankan mulai 14 November hingga 17 November 2017. (B)

 

Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib