iklan zonasultra

iklan zonasultra

Buka MTQ ke lV, Ruksamin: Syiar dan Dakwah Agama Dorong Percepatan Pembangunan

Buka MTQ ke lV, Ruksamin: Syiar dan Dakwah Agama Dorong Percepatan Pembangunan
MTQ KONUT - Bupati Konut, Ruksamin bersama wakilnya Raup, Ketua DPRD Jefri Prananda serta Sekda Marthaya melantik dewan hakim dan juri MTQ ke lV tingkat kabupaten di lapangan terbuka Kecamatan Wawolesea, Selasa (13/2/2018). (Jefri/ZONADSULTRA.COM).

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Bupati Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) Ruksamin menyatakan, syiar dan dakwah agama menjadi pendorong percepatan pembangunan. Salah satunya adalah dengan menggelar Musabaqqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Hal itu dikemukakan Ruksamin dalam sambutannya saat melantik dewan hakim dan juri MTQ ke lV tingkat kabupaten Konut di lapangan terbuka Kecamatan Wawolesea, Selasa (13/2/2018).

Kata dia, selain menjadi media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif, MTQ juga secara nyata mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam memacu percepatan pembangunan di daerah. Karena memiliki nilai tersendiri sebagai penyejuk dan perekat kebersamaan masayarakat.

Buka MTQ ke lV, Ruksamin: Syiar dan Dakwah Agama Dorong Percepatan Pembangunan

Ruksamin menilai, MTQ merupakan kegiatan yang telah mentradisi dan melekat pada kultur masyarakat dan bangsa. Juga memiliki daya tarik dan ruang tersendiri dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, lanjut Mantan Ketua DPRD Konut ini, lantunan kalam ilahi yang menggema dalam kegiatan MTQ akan mampu menciptakan nuansa religius dan menghadirkan kesejukan batin.

MTQ juga dapat menjadi forum silaturahmi yang mengandung nilai-nilai positif dalam memperkuat rasa persaudaraan dan ikatan lintas etnis dan agama.

“Alquran adalah petunjuk dan pedoman hidup paripurna umat manusia. Olehnya itu, kegiatan ini saya yakin dapat menjadi tolak ukur dinamika aktifitas pembinaan seni baca alquran di masing-masing desa dan kecamatan,” ungkapnya.

Ditambahkan, forum-forum kajian Al Qur’an baginya perlu digiatkan dalam lingkungan masyarakat, karena keluhuran nilai ajaranya adalah pedoman dan pandangan hidup, baik melalui proses pendidik yang formal maupun informal.

Menurutnya, sangat keliru jika pelaksanaan MTQ hanya dipahami dari sisi kegiatan syiar keagamaan, tanpa mampu memaknani lebih komperhensif nilai-nilai manfaat dan kemaslahatan yang menyertainya.

“Pemahaman dan kesadaran inilah yang perlu kita bangun dalam nurani dan pikiran setiap masyarakat. Sehingga kegiatan MTQ ini tidak hanya disikapi sebagai kegiatan rutinitas saja untuk menggugurkan kewajiban,” terangnya.

Diakhir sambutan, dirinya menghimbau kepada dewan juri MTQ ke lV agar melaksanakan tugas dengan senantiasa menjunjung tinggi sportifitas dan keadilan, bukan karena adanya hubungan kedekatan.

Untuk di ketahui, Pemerintah Daerah (Pemda) Konut menyelenggarakan MTQ yang diikuti oleh kafilah dari 159 desa 13 kecamatan Di daerah itu. Pemenang loba ini akan mewakili daerah itu untuk megikuti MTQ tingkat provinsi di Buton Utara (Butur) nanti. (B)

 


Reporter : Jefri Ipnu
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib