iklan zonasultra

Cabut Pernyataan Terkait Wartawan Ditunggangi Teroris, Danlanud Minta Maaf

Danlanud Haluoloe, Kolonel Pnb Muzafar
Kolonel Pnb Muzafar

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Haluoleo Kolonel Pnb Muzafar, mencabut pernyataannya, yang melarang wartawan masuk ke wilayah Bandara Haluoleo untuk meliput kedatangan tenaga kerja asing (TKA) asal China sebagai langkah antisipasi gangguan keamanan di area instansi militer, lantaran khawatir wartawan ditunggangi teroris.

Klarifikasi itu disampaikan Danlanud Haluoloe, Kolonel Pnb Muzafar, saat ditemui awak media, di Pelabuhan New Port Kendari, Selasa (7/7/2020).

Iklan Zonasultra

“Begini maksud saya, kan kemarin itu kan waktu itu banyak orang dan malam hari. Sehingga saya mengambil keputusan cepat untuk sementara meliputnya di luar saja, kekhawatiran saya ada pihak-pihak yang memanfaatkan akses masuk wartawan. Itu saja,” ujarnya.

Ia pun meminta maaf secara terbuka, dan menegaskan tak pernah bermaksud memberikan pernyataan terkait wartawan yang ditunggangi teroris. Menurutnya, meski potensi adanya teroris sangat kecil, namun larangan masuk ke area bandara bagi wartawan, demi menjaga keamanan semua pihak yang ada di kawasan itu.

“Saya biar menjelaskan itu biar mengerti, jangan sampai statement saya itu malah menjadi bias dari ketidaknyamanan wartawan. Padahal saya menyampaikan itu untuk keselamatan kita semua, ada anggota saya di dalam kesatria, pegawai bandara. Terus mungkin kalau mungkin wartawan masuk untuk keselamatan kita juga kan kita tidak tahu pada saat itu banyak orang saya tidak bisa identifikasi satu persatu orang yang masuk,” katanya.

Sebelumnya, Muzafar menyampaikan alasan dirinya tidak mengizinkan wartawan untuk meliput kedatangan 105 tenaga kerja asing (TKA) asal China di Bandara Haluoleo Kendari, Selasa (30/6/2020) lalu.

Muzafar menyampaikan, dirinya tidak mengizinkan wartawan masuk ke wilayah Bandara Haluoleo sebagai langkah antisipasi gangguan keamanan di area instansi militer. Sebab, kata dia wartawan ditunggangi teroris. (B)

 


Reporter: Randi Ardiansyah
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib