iklan zonasultra

iklan zonasultra

Diduga Alami Kelainan Jiwa, Pria Asal Kolut Tewas Bunuh Diri

Diduga Alami Kelainan Jiwa, Pria Asal Kolut Tewas Bunuh Diri
BUNUH DIRI - Suasana rumah korban Nuraedi Alias Edi (32) warga dusun 1 Desa Puurau Kecamatan Ngapa Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) meregang nyawa setelah menikam perutnya sendiri dengan menggunakan sebilah parang.(Rusman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Nuraedi Alias Edi (32) warga dusun 1 Desa Puurau Kecamatan Ngapa Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) meregang nyawa setelah menikam perutnya sendiri dengan menggunakan sebilah parang.

Hal itu terjadi pada Selasa (28/5/2018) lalu, namun nyawa tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setelah tujuh hari mendapat perawatan di RSUD Djafar Harun Lasusua, Senin (4/5/2018).

Kapolsek Ngapa, Ipda Adianto saat dihubungi via telepon selulernya membenarkan dugaan bunuh diri. Peristiwa itu berdasarkan keterangan ipar korban yang berprofesi sebagai ketua Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM)

Menurut sang ipar, korban sudah terlihat ada kelainan seperti gangguan jiwa, saat dirinya pulang usai mengikuti pelatihan kakao di kabupaten jember provinsi Jawa Timur (Jatim).

“Iya kejadian bunuh diri betul,dia tusuk perutnya pakai parang dikuatkan dari keterangan ipar dan istrinya sendiri,”kata Adianto, Selasa (5/6/2018).

Setelah menusuk perutnya sendiri, korban sempat menjalani perawatan di puskesmas Lapai namun beberapa hari kemudian dirujuk ke rumah sakit Djafar Harun, tetapi nyawanya tidak tertolong.

“Meninggalnya korban baru kita tau,karena pihak keluarganya tertutup dan tidak melaporkan saat itu,”ujar polisi berpangkat satu balok tersebut.

Ia melanjutkan, setelah memerintahkan unit Intelkam Polsek dengan mendatangi kediaman korban dengan melakukan monitoring perkembangan terkait kejadian tersebut.

Sementara ipar korban, Rahmawati (27) mengatakan bahwa sebelum kejadian korban sudah memiliki kelainan, sering berbicara sendiri, seolah-olah korban dibisiki makhluk gaib dengan bicara “bunuh Ketua Lem” menirukan bahasa korban.

(Baca Juga : Diduga Sakit, Lansia di Muna Ditemukan Tewas di Kebun Warga)

Istri korban, Isdayanti juga menjelaskan korban sering menolak jika diminta untuk mengobati penyakitnya. Kondisi aneh itu terlihat tiga hari sebelum kejadian, korban selalu mendatangi keluarganya serta tetangganya untuk minta maaf.

Kapolsek menambahkan berdasarkan keterangan mertua korban Sainuddin (60) sekitar pukul 07:30 wita dirinya melihat langsung korban masuk ke dalam dapur lalu mengambil parang dan menusukkan parang tersebut pada bagian perutnya sebanyak satu kali, dan korban langsung berbaring bersimbah darah lantai dapur. Kemudian dirinya berteriak lantas Istri korban berlari, disusul kerabat dan tetangganya langsung melihat kondisi korban.

“akibat Infeksi pada bagian perut korban akibat tusukan akhirnya dinyatakan meningal dan murni bunuh diri. Saat itu juga pihak keluarga membawa pulang untuk di makamkan pukul 16.10 wita,”tukasnya. (A)

 


Reporter : Rusman
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib