iklan zonasultra

Dugaan Makelar dalam Seleksi Calon Komisioner KPU Daerah, KPU RI: Ada Bukti Laporkan ke Berwenang

Komisioner KPU RI Ilham Saputra
Ilham Saputra

ZONASULTRA.COM, JAKARTA – Isu terkait adanya makelar dalam tahapan seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) di 15 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) sampai ke telinga KPU RI. Komisioner KPU RI Ilham Saputra mengatakan pihaknya masih menunggu laporan dari timsel-timsel yang telah ditugaskan oleh KPU RI.

“Kalaupun laporan-laporan itu ada ya silahkan saja laporkan kepada pihak yang berwenang,” kata Ilham saat ditemui di DPR RI, Senayan Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018).

Ilham berharap agar tidak menduga-duga sehingga menjadi bola liar. Jika memang nyata transaksional dalam timsel terjadi maka sebaiknya laporkan kepada pihak berwenang dengan melampirkan bukti-bukti tersebut.

Komisioner KPU RI lainnya, Wahyu Setiawan
Wahyu Setiawan

Komisioner KPU RI lainnya, Wahyu Setiawan menghimbau kepada masyarakat untuk bersama sama membuktikan seleksi KPU Provinsi, Kabupaten/Kota bersih dari Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN).

“Kita membuka ruang kepada masyarakat yang seluas-luasnya untuk bersama membongkar dugaan praktik yang tidak benar,” kata Wahyu pada kesempatan yang sama.

Ia mengatakan bahwa masyarakat dapat mengadukan ke KPU RI langsung. Bahkan saat ini pihaknya telah menerima banyak masukan-masukan dari masyarakat seperti masukan terkait dengan netralitas timsel, independensi, serta dengan dugaan-dugaan praktek tidak benar.

Yang pasti KPU RI terus memonitor kinerja para timsel.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hidayatullah
Hidayatullah

“Saya sebenarnya juga gemes mendengar ada dugaan transaksional dalam seleksi KPUD.

Seperti diberitakan sebelumnya Ketua KPUD Sultra Hidayatullan menyebut adanya dugaan makelar dalam proses seleksi calon komisioner KPUD di Kabupaten/Kota.

Informasi adanya makelar kata Dayat ia terima dari calon komisioner KPUD. Sayang, Dayat sapaan karib mantan ketua Perludem Sultra itu enggan membeberkan nama-nama calon komisioner yang dimintai sejumlah dana itu, dengan alasan menunggu masa jabatanya sebagai ketua KPUD Sultra berakhir pada Mei mendatang.

” Saya punya bukti rekaman sampai bukti transferan. Nantilah saya buka ya. Kalau sekarang malah bias karena posisi saya masih penyelenggara,” terangnya dihadapan awak media pada Sabtu 14 April lalu.

Dayat menyatakan sang makelar mengontak para calon komisioner KPUD dengan iming-iming bisa membantu mereka lolos dan terpilih dalam seleksi KPUD, dengan imbalan para calon komisioner itu memberikan dana. Angka yang disebut sang makelar cukup fantastis berkisar antara Rp200 hingga 300juta. (B)

 


Reporter : Rizki Arifiani/Lukman Budianto
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib