iklan zonasultra

Forum Anak Wakatobi Diberi Peran Dalam Pembangunan Daerah

Forum Anak Wakatobi Diberi Peran Dalam Pembangunan Daerah
PENGUKUHAN - Sejumlah Pelajar di Pulau Wangiwangi yang tergabung dalam Forai di kukuhkan di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3APMD), kompleks Perkantoran Motika, Kecamatan Wangsel, Senin(4/3/2019). (Nova Ely Surya/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, WANGI-WANGI – Sebanyak 23 orang pelajar dari seluruh sekolah yang ada di pulau Wangiwangi, kabupaten Wakatobi yang tergabung dalam pengurus Forum Anak Wakatobi(Forai), Senin (4/3/2019).

Pengukuhan Forai ini dirangkaikan dengan Rapat Kerja (Raker) yang bertempat di kantor DP3APMD, kompleks perkantoran Motika, Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel).

Forai ini diharapkan dapat mengambil peran dalam kebijakan pembangunan daerah, Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3APMD).

iklan zonasultra

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3APMD) Kabupaten Wakatobi, La Ode Husnan mengatakan, dengan dikukuhkannya Forai ini diharapkan agar anak-anak ini dapat mengambil bagian dan peran dalam pembangunan dan kebijakan daerah.

“Maju dan mundurnya daerah kita ini tergantung dari anak-anak ini percaya dan tidak hanya tinggal menunggu giliran saja. Sehingga harapan kita pada masa yang akan datang itu, bisa lebih baik dari apa yang sudah kita lakukan hari ini,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) bidang perlindungan hak perempuan khusus anak dan pemenuhan hak anak DP3APMD Kabupaten Wakatobi, Wa Ode Asriani mengatakan dalam strata kota layak anak pihaknya mengejar predikat paling bawah saja.

“Minimal kami sudah bisa atau paling tidak dari pusat tahu bahwa kita di Wakatobi ini sudah dapat dinilai layak anak. Jadi dalam indikator penilaiannya, salah satunya itu ada perwakilan anak-anak dalam pengambilan kebijakan daerah dalam Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dan untuk harus ikut kan harus ada delegasi tidak mungkin sembarang kita mendorong anak-anak,”katanya.

Lanjutnya, karena menjadi kota layak anak hanya satu wilayah, maka pihaknya memilih dan fokus pulau Wangiwangi sebagai ibukota kabupaten.

“Jadi semua yang berprestasi di seluruh sekolah di kabupaten Wakatobi baik itu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) diupayakan masuk semua, tapi tetap kami angkat delegasi per Kecamatan,”ujarnya.

Dengan harapan, minimal anak-anak itu bisa menyampaikan ke teman-temannya di kecamatan. Karena forum anak ini, lanjut dia, berjenjang mulai dari desa kelurahan sampai dengan Kabupaten.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada bulan Mei 2019 akan ada pertemuan forum anak nasional di Makassar. Setelah itu barulah pihak DP3APMD akan keliling untuk pembentukan forum anak tingkat desa untuk periode 2020-2022. Sehingga nanti Forai ini dapat memberikan aspirasi dalam pembangunan daerah.

“Jadi kami nanti yang akan mengawal dan mengecek apakah aspirasi kita berapa persen yang kami usulkan dan berapa yang tercover. Dengan harapan aspirasi anak-anak itu dapat tercover, serta diharapkan anak-anaknya dapat melihat program kerja pemerintah,” terangnya.

“Usulan-usulan misalkan nanti kami anak-anak di sini butuh perpustakaan, untuk sekolah mereka sendiri atau mungkin di sekolah mereka WC nya tidak layak. Hal itu kemudian itu akan kita dorong ke dinas pendidikan atau dinas terkait. Yang jelas, sumber awal mengapa ada pembangunan WC atau perpustakaan di sekolah ini dan itu karena dari aspirasi anak-anak ini,”tutupnya. (b)

 


Kontributor : Nova Ely Surya
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib