iklan zonasultra

Gelar Teknologi HPS ke-39 Bakal Tonjolkan Proses Pengolahan Cokelat

Ilustrasi
KAKAO - Industri pengolahan kakao, salah satu komoditas unggulan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) (Foto Internet)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 bakal dilaksanakan di Sulawesi Tenggara (Sultra), 2-5 November 2019. Ada tiga titik lokasi pelaksanaan HPS 2019, yakni di Desa Puudambu, Kecamatan Angata, Konawe Selatan (Konsel), Kota Kendari, dan Besulutu, Konawe.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, Ari Sismanto menjelaskan, HPS ke -39 bakal dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

HPS akan dibuka dengan proses panen cokelat yang dilakukan Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian, Gubernur Sultra serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

iklan zonasultra

Baca Juga : Sagu dan Cokelat Bakal Jadi Komoditas Andalan Perayaan HPS

“Setelah panen cokelat akan dipaparkan teknologi. Kemudian kita gelar pengolahan cokelat tadi sampai menjadi bubuk, jeli dan pasta. Hasilnya nanti akan seperti produk cokelat Silver Queen,” terang Ari Sismanto ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/10/2019).

Usai membuka secara resmi HPS di Konsel, lanjutnya, Presiden Jokowi bakal menggelar temu wicara dengan para petani kakao yang ada di Angata, Konsel.

“Setelah itu pak presiden langsung ke bandara untuk kembali ke Jakarta,” kata Ari.

Ari melanjutkan, untuk di eks MTQ Kendari hanya pembukaan pameran. Di sana disiapkan 266 pot lokal indoor, dan 70 outdoor untuk pameran.

Sedangkan gelar teknologi pengolahan sagu di Besulutu, Konawe, hanya akan dihadiri oleh para diplomat dari mancanegara. Di sana para diplomat akan diperlihatkan proses pengolahan sagu, termasuk juga mengunjungi lokasi budidaya kebun sagu.

Baca Juga : Tamu HPS Diprediksi 34 Ribu, Maskapai Belum Pasti Tambah Extra Flight

“Dari sana baru bertolak ke Kebun Raya Kendari untuk melakukan penanaman pohon,” ucap Ari.

Dikatakan, pihaknya memilih menonjolkan cokelat dan sagu, karena Indonesia masuk tiga besar negara penghasil cokelat di dunia.

Sementara sagu merupakan komoditi pangan alternatif yang sangat tahan dan rentan terhadap perubahan iklim dan cuaca. (b)

 


Reporter: Randi Ardiansyah
Editor: Jumriati

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib