iklan zonasultra

Hindari Nepotisme Perekrutan CPNS, Pemda Konut Tiadakan Tes Wawancara

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) konut, Supardi
Supardi

ZONASULTRA.COM, WANGGUDU – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), meniadakan tes wawancara dalam prekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPSN) yang dilaksanakan pada 2018 lalu.

Sebelumnya, Pemerintah setempat menyampaikan akan melakukan tes wawacara kepada peserta yang telah lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompentensi Bidang (SKB) sabagai salah satu syarat dalam tes pengangkatan abdi negara itu.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Supardi mengatakan, terjadinya nepotisme, permainan dan upa-upaya lainya menjadi salah satu alasan tidak dilaksanakannya tes wawancara dalam prekrutan CPNS.

Pihak Pemda, Lanjut Supardi, menginginkan hasil perekrutan CPNS tahun 2018 benar-benar murni tanpa ada intervensi, sehingga dapat menciptakan tenaga ASN yang berkualitas, profesional, dan berintgeritas tinggi dalam bekerja.

“Tes wawancara tidak ada lagi. Itu hanya buang-buang biaya saja, dan sangat rentan terjadi ketidaknetralan. Permainan bisa saja terjadi. Misalnya, saya tidak independen, karena itu orang saya, saya kasi angka tinggi di tes wawancara sehingga bisa saja mengalahkan nilai SKD dan SKB peserta lain yang tinggi nilainya. Inilah yang kita hindari,”kata mantan Kepala Bapedda Konut ini dikomfirmasi usai mengikuti upacara HUT Konut ke 12, Rabu (2/1/2019).

Ditanyai soal pengumuman hasil tes CPNS, Supardi mengungkapkan, menunggu hasil dari tim Pantia Seleksi Nasional (Panselnas) untuk diumumkan secara serentak dan dilanjutkan ke masing-masing kabupaten/kota.

Sebab, informasi yang diperoleh dari pihak penyelenggara, masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang melakukan rekonsilidasi data hasil SKD dan SKB. Namun, demikian sambungnya, pemerintah pusat mengupayakan untuk mengumumkan di bulan Janyari .

Dia menambahkan, pada perekrutan CPNS di Konut ada 276 kuota yang dibuka, terdiri dari 150 orang tenaga pendidikan, 90 orang dokter kesehatan dan 36 tenaga teknis. Namun, pencapian itu tak terpenuhi karena adanya kendala seperti, tidak ada pelamar pada kuota yang dibuka dan tidak memenuhi target perengkingan seperti, kuota dokter umum dan guru.

“60 formasi kosong, tapi kita terus berusaha, berupaya mudah-mudahan bisa terisi,”ujarnya. (B)

 


Reporter : Jefri Ipnu
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib