Honda

Jelang Tahun Baru, Harga Beras dan Telur Naik

Harga Beras dan Gula Pasir di Muna Mulai Naik
Ilustrasi

Harga Beras dan Gula Pasir di Muna Mulai Naik Ilustrasi

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Menjelang pergantian tahun, harga telur dan beras melambung naik. Kenaikan harga ini terjadi sejak dua pekan.

iklan zonasultra

Nini (30) salah seorang pedagang beras mengatakan, kenaikan harga beras sudah terjadi sejak dua pekan. Harga beras lokal 50 kilogram Rp 460.000 naik menjadi Rp500.000.

Untuk harga per liter beras naik menjadi Rp 9000, sebelumnya Rp seharga Rp 8000. Diakuinya, stok beras aman, namun ketika mengambil dari distributor harganya sudah naik. Sehingga mereka menyesuaikan harga di pasaran.

“Kami cuman menyesuaikan saja, kalau naik ya kita naikan, kalau turun pasti turun juga,” tutur Nina ditemui di Pasar Basah Mandonga, Sabtu (30/12/2017).

Pedagang Pasar Korem Linda (27) mengatakan, harga telur yang mulanya Rp 50.000 menjadi Rp 52.000 per rak. Bahkan untuk telur ukuran jumbo mencapai Rp 56.000 per rak sampai Rp 57.000 per rak.

“Harga bergantung besar telur, semakin besar semakin mahal,” tambahnya.

Dijelaskan Linda, harga telur naik sejak memasuki Maulid Nabi Muhammad hingga saat ini. Pedagang mengklaim kenaikan terjadi karena stok telur yang berkurang.

Berbeda dengan Padagang Pasar Basah Mandonga, Zainuddin (37). Ia mengungkapkan, harga telur malah turun dari Rp 50.000 jadi Rp 45 ribu untuk ukuran kecil. Sedangkan untuk ukuran besar Rp 55.000 sekarang Rp 50.000 ribu. Menurutnya, stok telur aman hingga jelang tahun baru 2017.

Di lokasi yang sama, Qonita (32) salah seorang pembeli menjelaskan bahwa dirinya biasanya membeli telur seharga Rp 48.000 per rak. Sekarang malah mencapai Rp 50.000 per rak. Bahkan ada yang sampai Rp 52.000 per rak.

“Susah juga sih, apalagi kalau penghasilan yang cukup-cukupan. Kan kebutuhan bukan hanya telur saja. Saya juga harus pintar-pintar ngatur duit belanja,” jelasnya.

Untuk komoditas sayuran ada beberapa yang mengalami kenaikan dan juga turun, seperti kangkung harganya turun menjadi Rp 3.000 per ikat sebelumnya Rp 5.000 per ikat. Bayam Rp 5.000 sebelumnya Rp 3.000 per ikat.

Begitu juga dengan terong ungu Rp 3.000 per ikat (isi tiga), harga sawi Rp 5.000 per ikat sebelumnya Rp 3.000 per ikat. Kacang panjang Rp 5.000 ikat besar, Rp 2.000 ikat kecil. Jagung 3 buah Rp 5.000.

Sementara harga komoditas bahan pangan lainnya, masih terpantau stabil. Seperti bawang merah Rp 30.000 per kilogram, bawang putih Rp 30.000 per kilogram, cabai rawit Rp30.000 per kilogram. (A)

 

Reporter : Sitti Nurmalasari
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib