Kaleidoskop 2017: Rekam Prestasi Olahraga Sultra

Kaleidoskop 2017: Rekam Prestasi Olahraga Sultra

Kaleidoskop 2017: Rekam Prestasi Olahraga SultraIlustrasi

 

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Tahun 2017 boleh dikatakan sebagai tahun olahraga bagi Sulawesi Tenggara. Pada tahun ini seluruh cabang olahraga (cabor) unggulan di Bumi Anoa berhasil menunjukkan prestasi yang cukup baik di kejuaraan nasional. Ada beragam cerita prestasi dari berbagai cabor yang mengikuti kejurnas.

iklan zonasultra

Dari beberapa cabor unggulan yang mengikuti kejurnas 2017, hanya sekitar 60 persen saja cabor yang berhasil meraih medali. Sejumlah cabor andalan Sultra masih cukup dominan dengan mengantarkan atlet-atletnya meraih medali di berbagai event kejurnas. Berikut catatan prestasi cabor andalan Sultra di 2017 ini.

Atletik
Kaleidoskop 2017: Rekam Prestasi Olahraga Sultra
Tidak semua cabor andalan Sultra meraih prestasi baik di kejurnas. Atletik salah satunya. Dari pelaksanaan kejurnas, atletik cabor yang sangat diperhitungkan di zaman Hasiati Lawole ini tidak berdaya mengantarkan atletnya meraih medali.

Kondisi ini tentu sangat tidak menggembirakan. Pasalnya, atletik merupakan salah satu cabor prioritas yang sangat diandalkan di tingkat nasional. Pencapaian ini tentu menjadi cerita panjang puasa gelar bagi cabang atletik di Sultra.

Kondisi ini semakin diperparah dengan dicoretnya atletik dari salah satu cabang olahraga yang tergabung dalam Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sultra. Dengan realita ini, tentu seluruh pelaku cabor atletik di Sultra harus bekerja lebih keras lagi agar mampu mengembalikan kejayaan atletik.

Pencak Silat
Kaleidoskop 2017: Rekam Prestasi Olahraga Sultra
Pada 2017 cabor ini sama sekali tidak mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas) di kategori senior. Tetapi di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di Sulawesi Selatan, Muhammad Fajar Alif berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi kontingen Pencak Silat Bapomi Sultra.

Di tingkat pelajar, pencak silat Sultra mengalami penurunan prestasi yang cukup drastis. Di Kejurnas Pencak Silat antar PPLP, anak asuh Alimin gagal meraih medali. Kondisi ini tentu sangat ironis. Sebab di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Semarang, tak satu pun atlet pencak silat Sultra yang turun berlaga akibat gagal lolos pada Pekan Olahraga Wilayah (Popwil) 2016 lalu.

Kenyataan seperti ini mengharuskan Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sultra sebagai induk organisasi bekerja ekstra agar bisa mengembalikan prestasi olahraga asli Indonesia tersebut di Sultra.

Kempo
Kaleidoskop 2017: Rekam Prestasi Olahraga Sultra
Sama halnya dengan pencak silat, kempo hugs tidak mengikuti kejurnas di tahun ini. Tetapi proses pembinaan olahraga ini terus berjalan dengan sangat baik. Sebab proses pembinaan yang dilakukan sangat terstruktur mulai dari tingkat dojo sampai ke tingkat pembinaan Pengprov Persaudaraan Kempo Indonesia (Perkemi) Sultra.

Karate
Kaleidoskop 2017: Rekam Prestasi Olahraga Sultra

Sepanjang 2017, cabang olahraga yang satu ini memberikan prestasi yang cukup baik. Walaupun hanya sekelas kejurnas, tetapi olahraga asal Jepang ini mampu menyumbangkan medali emas yang disumbangkan oleh karateka muda M Jabar Hamidan. Keberhasilan ini tentu diharapkan terus berlanjut di 2018 mendatang, sehingga bisa mengembalikan prestasi karate di tingkat nasional.

Sepak Takraw
Kaleidoskop 2017: Rekam Prestasi Olahraga Sultra
Jika dilihat dari prestasi di tingkat senior, prestasi cabang olahraga ini sepanjang 2017 tidak menggembirakan. Turun berlaga di kejurnas sepak takraw di Palu, anak asuh Heriansyah ini gagal menyumbangkan medali bagi kontingen Sultra.

Namun untuk proses pembinaan jangka panjang, sepak takraw memberikan secercah harapan bagi daerah ini. Turun berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Nasional, tim sepak takraw Sultra berhasil meraih medali perak di nomor double event putri.

Prestasi ini diharapkan akan bisa dipertahankan tim sepak takraw Sultra yang dua tahun ke depan akan mengikuti Pra PON. Menjadi tugas utama bagi Heriansyah untuk segera mematangkan atlet-atlet mudanya agar bisa siap di Pra PON nantinya.

Dayung
Kaleidoskop 2017: Rekam Prestasi Olahraga Sultra
Menjadi cabor yang paling diandalkan, dayung senantiasa menjadi tumpuan meraih medali di setiap event nasional yang diikuti. Dengan modal atlet pelatnas Indonesia hingga program PPLP yang senantiasa menjadi kawah candra di muka bagi atlet dayung Sultra ini senantiasa menjadi tumpuan bagi bumi Anoa.

Untuk 2017 ini, para pendayung Sultra turun di kejurnas sebanyak dua kali. Kejurnas dayung pertama dilaksanakan pada awal Desember 2017 di Jaka Baring Sport Center Palembang. Para atlet kayak dan cano turun lebih awal mengadu nasib. Hasilnya lumayan baik, nomor cano 1 junior atas nama M Burhan berhasil menyumbang medali emas.

Hanya saja kejayaan M Burhan di kategori junior gagal diikuti oleh para senior seperti Marjuki dan Dayumin. Parahnya, atlet dayung penyumbang emas bagi kontingen Sultra di PON XIX lalu, Marjuki gagal menyumbangkan medali di nomor spesialisasinya cano 1 putra dan hanya finish d iposisi keempat. Kegagalan Marjuki ini berlanjut pada peraih medali emas Sultra pada PON XIX lainnya. Dayumin yang turun dinomor cano 1 putri harus puas di posisi tiga.

Berlanjut kejurnas dayung kedua pada pertengahan Desember 2017 di tempat yang sama, kali ini giliran nomor rowing yang mengadu nasib. Torehan empat medali emas, satu perak dan dua perunggu berhasil disumbangkan oleh anak asuh M Hadris Cs pada ajang ini. Sebuah prestasi yang mengalami peningkatan jika dibandingkan pada PON XIX lalu yang hanya berhasil menyumbangkan 1 medali emas.

Tetapi dibalik kesuksesan tim rowing Sultra ini, ada sebuah catatan besar yang harus diberikan bagi tim dayung Sultra. Lagi-lagi tiga medali emas kontingen Sultra ini disumbangkan dari sektor putri, berbanding terbalik dengan prestasi sektor putra yang hanya menyumbangkan 1 medali emas atas nama Ali Buto di nomor single schule putra.

Keberhasilan Ali Buto ini merupakan sebuah kejutan bagi tim dayung rowing Sultra. Sebab, sebelumnya tim dayung Sultra sama sekali tidak menghitung nomor single schule putra ini bisa menyumbangkan medali emas di kejurnas kali ini.

Tinju
Cabang olahraga tinju di 2017 cukup memberikan angin segar buat prestasi yang mereka capai. Turun di Kejurnas Tinju Kapolri Cup I di Jambi, medali perak dan medali perunggu berhasil dibawa pulang oleh pasukan tinju Bumi Anoa.

Jaya L Goga dan Dedi Mushari menjadi penyumbang medali perak dan perunggu untuk tim tinju Sultra. Sayangnya, keberhasilan Jaya L Goga dan Dedi Mushari gagal dilanjutkan oleh Sahrun Lexi yang turun berlaga di Kejurnas Tinju Elite di Bangka Belitung. Petinju asal Kabupaten Buton tersebut gagal menyumbangkan medali.

Taekwondo
Untuk di 2017 ini, tim taekwondo Sultra gagal di tingkat senior dengan tidak meraih medali di kejurnas taekwondo 2017. Namun di tingkat pelajar, tim taekwondo Sultra berhasil meraih satu medali perak dan Saturday medali perunggu pada Kejurnas Taekwondo antar PPLP 2017.

Hanya saja di 2017 ini kabar duka harus diterima oleh seluruh insan taekwondo di Sultra. Sebab mulai tahun depan cabang olahraga asal Korea ini sudah tidak lagi tergabung di PPLP Sultra karena dinilai tidak memiliki pretasi selama 5 tahun tergabung di PPLP.

Softball

Pertandingan Pertama, Tim Softball Sultra Dikalahkan Lampung

Prestasi softball Sultra di 2017 ini tidak semengkilap 2016 lalu. Sederet gelar yang mereka raih di 2016 lalu satu diantaranya gagal dipertahankan. Gelar tersebut adalah juara Kejurnas Softball U-19 setelah dua tahun sebelumnya selalu diraih oleh Maliqul Mulki Kentanadaku Cs.

Namun untuk kejurnas softball antar SMA, Sultra yang diwakili SMAN 4 Kendari belum bisa terbendung dan berhasil menjadi juara. Keberhasilan ini berlanjut di Kejuaraan Softball Internasional Makassar Open, di ajang ini tim Softball Lakidende berhasil mempertahankan gelar juaranya dua tahun berturut-turut. (A)

 

Penulis : M Rasman Saputra
Editor : Tahir Ose

Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here