Kaleidoskop 2018: Wajah Pendidikan Sultra, Prestasi Hingga Aksi Tawuran

98

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Tahun 2018 merupakan tahun penuh warna untuk dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara (Sultra). Berbagai prestasi ditorehkan, baik di tingkat regional maupun nasional. Namun, aksi tawuran menjadi catatan kelam dunia pendidikan di Bumi Anoa.

Prestasi awal dibuka oleh siswa MAN Insan Cendekia Kendari, yang meraih juara II dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) di Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) pada 23 Februari 2018.

Siswa MAN IC Kendari Raih Juara II LKTI Nasional
JUARA LKTI NASIONAL – Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) Kendari sukses mengharumkan nama Sulawesi Tenggara (Sultra) di dunia pendidikan berkat prestasinya yang meraih juara II dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) di Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Jumat (23/2/2018) lalu. (Istimewa)

Selanjutnya dua orang putra putri terbaik daerah kembali terpilih sebagai anggota Paskibraka di Istana Negara pada 17 Agustus 2018. Keduanya adalah Muhammad Rezkyawan, siswa kelas X MIPA SMAN 4 Kendari, dan Tarisya Ramdhani Tawakkal siswi SMAN 2 Raha.


Prestasi gemilang lainnya ditorehkan oleh siswa SMPN 1 Kendari. Dia adalah I Gede Adehiaksa yang berhasil menyabet juara satu lomba kuis Anugerah Kihajar tingkat nasional yang dihelat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta, 9-13 Oktober 2018. I Gede mengangkat tema tentang potensi wisata Pulau Bokori.

Selanjutnya, masih dari MAN IC Kendari, di mana kedua siswanya berhasil memperoleh medali perunggu pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tahun 2018 yang berlangsung di Bengkulu, 24-29 September.

MAN IC Kendari Raih Juara Umum di Biology Season UHO
JUARA – Tim MAN Insan Cendekia Kota Kendari berhasil menggondol medali emas pada cabang lomba yang tidak kalah bergengsinya, yaitu debat Biology season UHO yang diselenggarakan oleh fakultas Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO). (CR2/ZONASULTRA.COM)

Kedua siswa itu adalah Muhamad Fachri Wijaya, yang meraih medali perunggu dalam mata pelajaran Matematika Integrasi, serta Fathudin Ashari Amir yang meraih medali perunggu di mata pelajaran Biologi.

Prestasi selanjutnya datang dari kancah internasional, yang diraih oleh salah satu santri Pondok Tahfizh Baiturrahim Kolaka, Inggit Rahma Sari. Dia sukses mengukir prestasi pada perhelatan Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) ke-4 tingkat ASEAN tahun 2018. Inggit meraih juara 2 cabang Hifzhil Quran 20 Juz Putri mewakili Indonesia yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta, Jumat, 9 November 2018.

Sebagai prestasi penutup di tahun 2018, sebanyak empat sekolah di Kota Kendari meraih penghargaan berbudaya dan peduli lingkungan (Adiwiyata) pada kategori mandiri dan kategori nasional.

Untuk kategori Adiwiyata Mandiri diraih SMPN 9 Kendari dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al-Qalam Kendari. Sementara sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional adalah SMPN 4 Kendari dan SMPN 15 Kendari.

Aksi Tawuran

Selain prestasi, beberapa kejadian tak terpuji juga membuat dunia pendidikan Sultra harus bersedih. Tawuran antar pelajar sempat terjadi pada September tahun 2018.

Tawuran tersebut berawal saat kelompok siswa dari SMAN 4 Kendari bersama kelompok SMKN 1 Kendari melakukan konvoi dengan menggunakan sekitar 50 unit sepeda motor. Saat melintasi di Jalan Sao-sao, tepat di belakang SMKN 2 Kendari (STM), kedua kelompok pelajar tersebut melakukan penghadangan dan pengeroyokan kepada Muh. Ashar Susanto (18), siswa kelas 3 STM Jurusan Survei Pemetaan.

Atas kejadian tersebut Ashar yang beralamat di Jalan Drs. Sutomo, Kelurahan Lalondati, Kendari, mengalami luka lebam pada mata sebelah kanan, bengkak pada bibir atas, lebam pada punggung dan pada kedua lengan. Kendaraan korban rusak pada weser kiri belakang dan penyok pada tanki.

Atas kejadian tersebut, Polsek Rayoninasi, Sat Sabhara dan Dalmas Polda Sultra dan Polres Kendari melakukan patroli serta mengamankan 54 orang siswa dari berbagai SMA di Kota Kendari, 5 orang alumni STM dan 1 orang preman serta 40 unit sepeda motor.

Adapun rincian siswa yang diamankan yakni SMKN 1 Kendari berjumlah 9 orang, SMAN 1 Kendari berjumlah 1 orang, SMAN 4 Kendari berjumlah 19 orang, SMKN 2 Kendari berjumlah 18 orang, SMKN 4 Kendari berjumlah 3 orang, SMA Kartika berjumlah 1 orang, SMK Telkom Andounohu berjumlah 2 orang, SMA Satria berjumlah 1 orang, dan alumni SMKN 2 Kendari berjumlah 5 orang.

Setelah ditelusuri, sebelum kejadian tersebut, konvoi digelar oleh sejumlah siswa SMKN 2 Kendari sambil melempari sekolah yang dilewatinya. Akibat aksi itu nyaris terjadi tawuran antar sekolah pada Jumat (7/9/2018) sekitar pukul 13.00 Wita di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua Kendari.

Aksi konvoi itu bermula dari bagian Kota Lama Kendari. Para siswa itu melempar setiap sekolah yang dilewatinya yakni saat di depan SMAN 1 Kendari, di depan SMAN 4 Kendari dan SMKN 1 Kendari.

Aksi ini menarik perhatian berbagai pihak, termasuk pengamat pendidikan Sultra, Profesor Abdullah Alhadza. Ia mengaku menyayangkan kekerasan yang terjadi antar pelajar ini. Menurutnya, penanaman nilai-nilai karakter masih harus diperhatikan kepala sekolah, dewan guru, serta dinas pendidikan agar hal serupa tal terjadi kemmbali.

Nilai karakter itu sendiri terdiri atas 18 karakter, diantaranya religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, bersahabat, cinta damai, hingga peduli sosial.

Perwakilan kepala sekolah, dalam hal ini Kepala SMKN 2 Kendari yang sekolahnya juga terlibat mengungkapkan bahwa peristiwa ini terjadi karena kurang ditegakkannya aturan-aturaan yang ada. Untuk menghindari hal serupa maka aturan-aturan yang ada harus dipertegas dan diperketat, agar tidak ada celah bagi siswa untuk melakukan hal menyimpang.

“Bahkan sekarang siswa kami tidak perbolehkan membawa HP ke sekolah, karena beberapa pertimbangan,” kata Kepala SMKN 2 Kendari Syari Gamoro.

Perisitwa ini tentunya sangat disayangkan oleh banyak pihak, karena bukan hanya merugikan diri mereka sendiri, tetapi juga bisa membahayakan orang lain. Untuk itu, berbagai harapan pun berdatangan agar siswa di Sultra ini bisa lebih cerdas dan tidak lagi melakukan hal-hal yang bisa mencoreng citra pendidikan. (a)

 


Kontributor: Sri Rahayu
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib