iklan zonasultra

Kapolda Sultra Sebut Informasi Beredar di Medsos Cenderung Anti Pancasila

Brigjen Pol Iriyanto
Brigjen Pol Iriyanto

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Pol Iriyanto menyampaikan perkembangan lingkungan strategis nasional saat ini masih terdapat penyebaran paham radikalisme di tengah masyarakat.

“Kalau ini dapat dilihat dari indikator informasi yang beredar di media sosial cenderung anti Pancasila hingga penangkapan-penangkapan pelaku terorisme di beberapa wilayah yang berhasil kami ungkap,” kata Brigjen Pol Iriyanto saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama di halaman Mapolda Sultra, Selasa (14/5/2019).

Kata Iriyanto, salah satu potensi kerawanannya terjadi melalui jaringan media sosial di dunia maya. Menurutnya, setiap orang yang memiliki akses sangat mudah terpapar ideologi radikal yang disebarkan dengan mudah, baik dengan kamuflase agama, informasi hoaks, dan ujaran kebencian kepada pemerintah dan kelompok tertentu.

(Baca Juga : Buka Puasa Bersama, Kapolda Sultra Ajak Masyarakat Tidak Ikut Ajakan Makar)

Hal ini merupakan ancaman bagi keutuhan NKRI, meskipun Polri bersama stakeholder terkait telah melakukan upaya menekan pola-pola penyebarannya, termasuk melakukan upaya preventif guna menimbulkan daya tangkal dan daya cegah kepada seluruh masyarakat.

“Namun kita tidak pungkiri bahwa masih ada potensi kerawanan yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok ini untuk menyebarkan paham radikalismenya. Bulan ramadan ini merupakan momentum yang baik untuk melawan balik, mencegah dan menyatukan kembali silaturahmi di dalam ikatan NKRI,” tegasnya.

(Baca Juga : Facebook Bakal Latih UKM dan Antisipasi Penyebaran Hoax di Kendari)

Iriyanto mengharapkan seluruh komponen bangsa, baik pemerintah, TNI, akademisi, tokoh agama, dan tokoh masyarakat berperan aktif mengimbau, memberikan pemahaman dan mengedukasi seluruh masyarakat agar mampu mengidentifikasi dan memfilter pemahaman radikal, anti hoaks dan ujaran-ujaran kebencian yang membahayakan keutuhan bangsa.

“Kita semua harus bisa memelihara dan menguatkan kembali konsep kebangsaan kita, yaitu persaudaraan, kesetaraan, kesetiakawanan dan bersedia berkorban bagi kepentingan bersama bangsa dan negara yang kita cintai bersama ini,” tukasnya. (b)

 


Kontributor: Fadli Aksar
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib