Kasus Pemukulan, Bupati Buton dan Aktivis Berdamai?

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sunarto melalui Kepala Subbidang (Kasubbid) Penerangan Masyarakat (Penmas) Komisaris Polisi (Kompol) Muhadi Walam kepada aw

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sunarto melalui Kepala Subbidang (Kasubbid) Penerangan Masyarakat (Penmas) Komisaris Polisi (Kompol) Muhadi Walam kepada awak zonasultra.com, Kamis (29/1/2015) di ruangan kerjanya membenarkan kabar tersebut. Namun kabar itu belum sampai ke telinga penyidik.
“Namun itu baru kabar, belum dilaporkan ke Polda khusunya penyidik yang menangani kasus tersebut. Jika benar ada perdamaian maka harus ada laporan ke Polda,” ucapnya.
Menurut Muhadi Walam, bila laporan perdamaian sudah ada maka akan diinformasikan ke pimpinan gelar perkara, apakah kasus ini lanjut atau selesai.
“Jadi penyidik juga sudah menghubungi pihak korban tapi belum memberikan penjelasan. Olehnya itu Polda belum bisa memastikan kebenarannya kabar tersebut,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, dugaan kasus penganiayaan yang menyeret bupati Buton itu bermula ketika sejumlah mahasiswa di daerah itu menggelar aksi unjuk rasa yang dilakukan pada 22 Oktober lalu, itu dalam rangka memprotes rencana kebijakan Umar Samiun mengalihkan status pelabuhan niaga yang ada di Buton berubah menjadi kawasan pelabuhan wisata.   
Karena tak senang didemo, bupati malah melakukan pemukulan terhadap dua orang aktivis, usai menggelar unjuk rasa.(Awi)

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib