iklan zonasultra

Khawatir Virus Corona, Sekolah Ini Gunakan Cairan Penyemprot Serangga Pengganti Disinfektan

Khawatir Virus Corona, Sekolah Ini Gunakan Cairan Penyemprot Serangga Pengganti Disinfektan
Ilustrasi

ZONASULTRA.COM, BAUBAU – Stok disinfektan atau cairan pembersih bakteri di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) kini sulit didapatkan. Padahal cairan itu sangat dibutuhkan guna mensterilisasi benda-benda dari penyebaran virus COVID-19.

Nah karena sulitnya mendapatkan cairan itu, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Kota Baubau nekat menggunakan cairan penyemprot serangga sebagai pengganti sementara disinfektan, hingga pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) usai.

Iklan Zonasultra

Baca Juga : Cegah Corona, Sekolah di Baubau Diliburkan Dua Minggu

Menurut Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Kota Baubau, La Ode Masirun, terpaksa dilakukan karena disinfektan kini sulit didapatkan. Menurutnya penggunaan cairan penyemprot serangga itu digunakan untuk sterilisasi lingkungan dan ruangan sekolah.

“Dengan segala keterbatasan, disinfektan yang bisa kita gunakan untuk saat ini sekali pun dalam bentuk cairan penyemprot serangga agar mensterilkan lingkungan kita,” terang Masirun, di jumpai di kantornya, Senin (16/3/2020).

Sekolah di Kota Baubau sendiri kini diliburkan demi mewaspadai penyebaran virus COVID-19. Sebagaimana perintah Gubernur Sultra, Alimazi, juga Wali Kota, AS Tamrin.

Di sisi lain, ada siswa kelas 9 SMK yang sedang melaksanakan UNBK. Diantaranya SMK Negeri 3 Kota Baubau. UNBK SMK sendiri berlangsung selama 4 hari, terhitung sejak hari ini Senin 16 Maret 2020.

Kata Masirun, usai UNBK, sebanyak 150 siswa kelas 9 SMK Negeri 3 Kota Baubau langsung diliburkan. Tanggal 30 Maret 2020, proses belajar mengajar di sekolah akan kembali normal.

Sementara itu dr Riki, dokter yang bertugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Baubau, penggunaan penyemprot serangga ini tidak tepat digunakan sebagai pengganti cairan membunuh bakteri. Pasalnya, cairan penyemprot serangga ini kandungannya didominasi pestisida. Dan katanya jika digunakan akan berbahaya bagi kesehatan manusia

“Itu tidak aman, cairan pestisida itu, nyamuk saja mati, bagaimana dampaknya dengan manusia?” terangnya dokter dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kota Baubau, ditemui di Bandar Udara Betoambari.

Baca Juga : Pemkot Baubau Bentuk Pusat Informasi Corona

Menurut Riki, ada solusi mengatasi kelangkaan disinfektan ini. Caranya adalah dengan membuat sendiri dengan bahan-bahan yany cukup mudah didpat di apotek atau pun supermarket. Bahanya menggunakan gel lidah buaya dan alkohol.

“Itu bisa dibuat sendiri. Bisa dilihat bahan-bahannya di laman web balai pom. Dari pada menggunakan produk pengganti lain yang belum jelas. Biasanya bahan dasar untuk membuat disinfektan itu dari alkohol dan lidah buaya,” tutupnya. B

 


Kontributor : Risno Mawandili
Editor : Rosnia

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib