iklan zonasultra

Korban Banjir Wanggu Belum Pulih, PDIP Salurkan Bantuan

Korban Banjir Wanggu Belum Pulih, PDIP Salurkan Bantuan
KORBAN BANJIR – Istri Ketua PDIP Kendari Ishak Ismail, Nirna Lachmudin memberikan bantuan terhadap korban banjir di bantaran Sungai Wanggu Kelurahan Lepo-lepo Kendari, Minggu (1/7/2018) sore. (Muhamad Taslim Dalma/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,KENDARI – Keadaan korban banjir di bantaran Sungai Wanggu, Kelurahan Lepo-lepo Kendari belum pulih. Hingga Minggu (1/7/2018) sore, sebagian warga sudah ada yang memasuki rumahnya dan sebagian lagi masih bertahan di tenda pengungsian yang tepat berada di jalan raya dekat pemukiman.

Dalam kondisi yang demikian, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Kendari menyalurkan bantuan sembako ke warga. Sembako berupa telur, mie instan, dan air mineral itu didistribusikan ke rumah-rumah warga melalui ketua RT.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kendari Ishak Ismail mengatakan kegiatan itu merupakan bakti sosial terhadap mereka yang terkena banjir. Kondisi korban banjir saat ini masih membutuhkan bantuan karena sudah satu pekan di pengungsian yakni sejak 25 Juni 2018 lalu.

Ishak datang bersama elemen PDIP. Ada Wakil Ketua DPRD Sultra Nursalam Lada, serta para anggota DPRD Kendari dari fraksi PDIP. Harapannya adalah untuk memberi manfaat dan ada solusi bagi masyarakat atas kedatangan para anggota DPRD, baik terkait penganggaran maupun lain sebagainya.

Berita Terkait : Warga Korban Banjir Wanggu Mulai Terserang Diare dan Demam

“Bantuan itu berasal dari dana urunan kita kader, pengurus PDIP, serta anggota DPRD Kendari dari fraksi PDIP. Ini sebagai bentuk aktivitas bakti sosial dari PDIP,” kata Ishak saat mengunjungi para korban banjir.

Ketua Fraksi PDIP di DPRD Kendari La Ode Lawama mengatakan, pada tahun-tahun sebelumnya DPRD Kendari dan pemerintah kota telah menawarkan kepada warga untuk relokasi karena seringnya terjadi banjir dari lokasi itu. Namun masyarakat tidak menerima tawaran relokasi itu.

“Sehingga kemarin pada masa Wali Kota Asrun, penanganan dan penanggulangan banjir itu diusulkan ke pemerintah pusat. Konon informasinya sudah ada anggaran dari pusat senilai Rp30 miliar lebih untuk pembangunan tanggul, tinggal menunggu realiasasi saja,” ujar La Ode Lawama. (B)

 


Reporter: Muhamad Taslim Dalma
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib