iklan zonasultra

Langkah Tanggap USN Kolaka Cegah Covid-19

Rektor USN Kolaka Azhari
Azhari

ZONASULTRA.COM, KOLAKA – Rektor Universitas Sembilanbelas November Kolaka Azhari mengeluarkan surat edaran untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di lingkup kampus merah marun tersebut.

Dalam surat edarannya, rektor mengimbau kepada seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk mengaplikasikan perilaku hidup sehat dan bersih, termasuk mengikuti segala arahan dari Kementerian Kesehatan.

Iklan Zonasultra

“Sekalipun di Kolaka belum ada dijumpai kasus yang disebabkan virus corona, kita tetap perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya ditemui di ruangan kerjanya, pertengahan Maret 2020.

Menyoal kegiatan pembelajaran, Azhari menjelaskan seperti arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kegiatan perkuliahan di USN tetap dilakukan, hanya saja dilaksanakan secara online dengan memanfaatkan media sosial yang ada, mulai 17 Maret sampai 29 Maret 2020.

Bila dilakukan kegiatan perkuliahan dengan tatap muka langsung oleh dosen dan mahasiswa, waktu pertemuan dibatasi maksimal 15 menit, dengan jumlah peserta yang juga dibatasi maksimal 5 orang.

Dengan perkuliahan yang dilakukan secara dalam jaringan (daring), mahasiswa yang berasal dari luar Sultra, dianjurkan agar tidak meninggalkan Kolaka. Menurutnya, Kolaka masih aman dari penyebaran virus corona. Tak hanya itu, segala jenis praktik lapangan yang mesti dilakukan mahasiswa untuk dijadwalkan ulang, sambil menunggu informasi perkembangan penyebaran virus corona.

Azhari mengingatkan agar mahasiswa dan dosennya meningkatkan kewaspadaan terhadap virus tersebut dengan menghindari perkumpulan dengan orang dalam jumlah banyak (keramaian).

“Sebisanya kita yang mengisolasi diri sendiri. Apalagi kalau baru kembali dari luar kota. Kesadaran diri sendiri sajalah,” tambahnya.

Dia meminta bagi mahasiswa atau dosen dan tenaga kependidikan yang mengalami sakit, agar tidak datang ke kampus, hingga kondisi kesehatannya benar-benar sehat dan stabil kembali.

Selain itu, bagi mahasiswa dan dosen untuk sementara waktu diminta tidak meninggalkan Kabupaten Kolaka mengikuti kegiatan di dalam dan luar negeri. Selagi kegiatan tersebut tidak penting, sebisanya untuk tidak keluar daerah dulu.

“Jangan keluar kota kalau urusannya tidak terlalu penting. Begitu juga sebaliknya, tidak usah dulu ke Kolaka,” jelasnya.

Azhari juga menginstruksikan kepada mahasiswa program studi Farmasi dan Kimia untuk berkolaborasi membuat hand sanitizer (pembersih tangan). Sebagai tahap awal, ia menyiapkan 1.000 botol, yang nantinya juga akan dibagikan kepada masyarakat Kolaka.

Membuat Hand Sanitizer Cegah Penularan Covid-19

Mengambil langkah pencegahan terhadap penyebaran Covid-19, Program Studi Kimia dan Farmasi Universitas Sembilanbelas November (USN) memproduksi hand sanitizer yang saat ini menjadi barang langka sejak mewabahnya Covid-19.

USN Kolaka Produksi Hand Sanitizer Antisipasi Sebaran Virus Corona
Sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran virus corona, Program Studi Kimia dan Farmasi, Universitas Sembilanbelas November (USN) memproduksi hand sanitizer yang saat ini menjadi barang langka. (Foto Istimewa)

Ketua Prodi Kimia USN, Dian Permana menjelaskan program studi kimia berkolaborasi dengan farmasi membuat hand sanitizer sebanyak ribuan botol. Pembuatan antiseptik pencuci tangan ini sesuai dengan arahan dan didukung Rektor USN Kolaka, Azhari.

Dian memaparkan bila pembuatan hand sanitizer oleh dosen serta melibatkan sejumlah mahasiswa ini tetap menyesuaikan dengan standar yang dianjurkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selain itu, kegiatan pembuatan hand sanitizer ini menjadi bentuk pengabdian USN kepada masyarakat Kolaka. Dengan cepat tanggap meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kolaka, khususnya di lingkungan kampus merah marun itu.

Membagikan Hand Sanitizer Gratis ke Masyarakat

Rektor USN Kolaka, Azhari bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Ruslin Hadanu, dosen dan mahasiswa program studi kimia dan farmasi kampus merah marun itu turun langsung membagikan hand sanitizer gratis kepada masyarakat, pengemudi motor dan mobil yang melintas di depan Kampus USN Jalan Pemuda, Kolaka, Senin (23/3/2020).

Sekiranya ada ribuan botol hand sanitizer yang dibagikan ke masyarakat, dosen, dan tenaga kependidikan, serta mahasiswa. Hand sanitizer ini merupakan produk buatan dari kolaborasi dosen dan mahasiswa program studi kimia dan farmasi USN.

Dengan adanya hand sanitizer ini diharapkan dapat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat ketika digunakan untuk membersihkan tangan dalam kondisi apapun.

USN Bagikan Hand Sanitizer Gratis ke Warga Kolaka
Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Azhari turun ke jalan membagi-bagikan hand sanitizer gratis kepada masyarakat Kabupaten Kolaka, Senin (23/3/2020). Bersama mahasiswa dan dosen kampus merah marun itu, Azhari membagikan hand sanitizer gratis kepada pengemudi motor dan mobil yang melintas di depan Kampus USN Jalan Pemuda, Kolaka. (Sitti Nurmalasari/ZONASULTRA.COM)

Saat ini dengan peralatan yang belum mendukung, USN hanya bisa berkontribusi dalam pembuatan hand sanitizer, karena bila membuat alat pelindung diri belum bisa dilakukan.

Sebagai tambahan ia mengingatkan kepada mahasiswa dan dosen agar tidak apatis terhadap penyebaran Covid-19, dengan tidak menyepelekan, meremehkan, dan menggampangkan imbauan dari pemerintah untuk melakukan social distancing dan menjaga kebersihan.

“Taati dan ikuti imbauan pemerintah, juga jaga diri sendiri untuk orang lain. Jangan kita menjadi penyebab atau pembawa penyakit bagi keluarga dan teman,” pungkasnya.

Menyalurkan Sembako pada Warga dan Mahasiswa Terdampak Covid-19

USN Kolaka membagikan paket sembako kepada warga di sekitar kampus merah marun tersebut. Dalam kegiatan pembagian sembako ini, USN juga membagikan hand sanitizer dan masker kain.

Rektor USN Azhari mengatakan kegiatan pembagian sembako, masker, dan hand sanitizer ini selain untuk memperingati Dies Natalis USN ke-6, juga meminimalisir dampak Covid-19 terhadap warga tidak mampu di Bumi Mekongga.

Kata dia, paket tersebut diberikan khusus kepada lansia, janda, tukang ojek, dan tukang becak di Kelurahan Balandete, Tahoa, Lalombaa, Sabilambo, Kecamatan Kolaka, serta Desa Popalia, Kecamatan Tanggetada. Mereka sebelumnya didata oleh Bhabinkamtibmas bekerjasama dengan pemerintah masing-masing kelurahan.

Mahasiswa USN Terdampak Covid-19 Terima Paket Sembako
Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN), Azhari bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Ruslin Hadanu secara simbolis menyerahkan paket bantuan kepada dua orang perwakilan mahasiswa kampus merah marun yang terdampak dari mewabahnya Covid-19, Kamis (30/4/2020). (Sitti Nurmalasari/ ZONASULTRA.COM)

“Datanya mereka kumpul, laporkan ke kapolres. Kami bekerja sama dengan Polres Kolaka untuk pembagiannya,” ujarnya di Kolaka, Senin (6/4/2020).

Sebagian dari sembako, hand sanitizer, dan masker ini juga dititipkan ke Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Ikatan Keluarga Tolaki Kendari, Komunitas Muslimah Berbagi Kolaka untuk disalurkan ke warga-warga lainnya di Kolaka.

“Mereka menerima titipan paket sembako, masker, dan hand sanitizer dari kami untuk dibagikan ke yatim piatu,” tambahnya.

Azhari menjelaskan paket sembako tersebut terdiri dari beras, mie instan, gula, dan terigu. Anggaran pembelian paket-paket sembako tersebut berasal dari sumbangan tunjangan jabatan civitas akademika kampus tersebut.

Masih kata Azhari, ke depan masih ada pembagian sembako lanjutan. Di mana, pihaknya sementara mengajukan izin pengalihan anggaran perjalanan dinas civitas akademika USN yang akan digunakan utnuk pembagian paket sembako kepada masyarakat, khususnya di sekitar kampus tersebut.

Hal ini, kata dia, sekaligus merealisasikan instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam meminimalisir dampak Covid-19, khususnya di Kabupaten Kolaka. Dengan begitu, pihaknya bisa membantu pemerintah daerah dalam penanganan dampak.

Pihaknya melibatkan kepolisian untuk mendata dan mendistribusikan paket sembako tersebut, mengingat situasi Covid-19 yang tidak memperbolehkan perkumpulan massa lebih dari 10 orang. Untuk itu, USN mengapresiasi keterlibatan kepolisian dalam kegiatan pembagian sembako ini.

Tak hanya kepada warga tidak mampu di sekitar kampus, mahasiswa USN yang terdampak mewabahnya Covid-19 juga menerima paket sembako berupa beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, dan sarden.

Secara simbolis paket sembako tersebut diserahkan oleh Rektor USN, Azhari kepada dua orang perwakilan mahasiswa kampus merah marun yang terdampak dari mewabahnya Covid-19 ini, Kamis (30/4/2020).

Azhari mengatakan paket sembako diberikan kepada 72 mahasiswa USN yang tidak pulang ke daerah asalnya atau belum meninggalkan Kolaka, khususnya yang tidak berdomisili di Sulawesi Tenggara (Sultra). Kata dia, mahasiswa yang masih tetap berada di Kolaka ditengah mewabahnya Covid-19 ini paling jauh berasal dari Timika, Jayapura, Papua, dan Jawa.

“Kita sudah minta anggaran untuk diberikan ke mereka dalam bentuk sembako,” ujarnya.

Azhari menjelaskan pihaknya menyiapkan anggaran senilai Rp200 juta untuk diserahkan kepada mahasiswa dan masyarakat terdampak mewabahnya Covid-19 dalam bentuk paket sembako.

Disebutkan, bila sumber anggaran berasal dari dana perjalanan dinas dosen-dosen USN yang dialihkan untuk membantu mahasiswa dan masyarakat terdampak mewabahnya Covid-19.

“Jadi kita berikan ke mahasiswa. Ini tahap pertama, mungkin bisa dilakukan hingga tahap dua dan tiga nantinya,” tambahnya.

Menurutnya, pendataan terhadap mahasiswa ini bekerjasama dengan BEM, fakultas dan prodi masing-masing. Jadi paket bantuan diberikan kepada fakultas masing-masing untuk selanjutnya disalurkan ke mahasiswanya.

Dosen USN Patungan Bantu Mahasiswa Terdampak Covid-19

Dosen CPNS Angkatan 2018 USN Kolaka juga turut andil dalam membantu mahasiswa kampus merah marun tersebut yang terdampak mewabahnya Covid-19.

Mereka melakukan patungan gaji dan tunjangan untuk membeli sembilan bahan pokok (sembako) berupa beras, telur, mie instan, minyak, gula, dan lainnya lalu disalurkan secara gratis kepada mahasiswa.

Rektor USN Kolaka, Azhari mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh seluruh dosen CPNS yang berinisiatif mendonasikan sebagian dari gaji dan tunjangannya untuk diberikan kepada mahasiswa.

Dosen USN Patungan Bantu Mahasiswa Terdampak Covid-19
Rektor USN Kolaka, Azhari bersama Dosen Prodi Pertambangan Fakultas Saintek, Syahrul memberikan bantuan sembako kepada perwakilan mahasiswa di Auditorium USN Kolaka, Senin (4/5/2020). (Foto Istimewa)

“Ini bukan bagian dari anggaran yang sudah disiapkan USN. Tapi ini murni gaji mereka yang dikumpulkan,” ujarnya di USN Kolaka, Senin (4/5/2020).

Dosen Prodi Pertambangan Fakultas Saintek USN, Syahrul mengatakan aksi ini dilakukan atas inisiatif teman-teman dosen lainnya yang ingin meringankan beban mahasiswa, khususnya mahasiswa yang tidak pulang ke kampungnya di tengah pandemi Covid-19.

“Iya, ini inisiatif teman-teman CPNS untuk patungan gaji dan tunjangan. Melihat kondisi mahasiswa kami, khususnya yang tidak pulang kampung,” ujar Syahrul.

Kata dia, dari patungan gaji dan tunjangan tersebut menghasilkan sebanyak 93 paket sembako. Syahrul mengharapkan bantuan ini dapat membantu mahasiswa yang tidak bisa pulang kampung dan terdampak Covid-19.

Menurutnya, selain sejalan dengan program kampus, ini juga sebagai bentuk kepedulian dan aksi kemanusiaan antara dosen dan mahasiswanya. Untuk diketahui, bantuan paket sembako ini diberikan oleh Rektor USN Azhari kepada perwakilan mahasiswa di Auditorium USN Kolaka, Senin (4/5/2020).

Melaksanakan Kuliah Online

USN Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) meniadakan aktivitas perkuliahan bagi mahasiswa dan kegiatan lainnya di dalam kampus merah marun tersebut selama merebaknya Covid-19.

Wakil Rektor Bidang Akademik USN Ruslin Hadanu mengatakan, walaupun mahasiswa tidak ke kampus, proses perkuliahan tetap berjalan secara online atau dalam jaringan (daring). Kata dia, sejumlah dosen telah melakukan perkuliahan secara online, sehingga mutu pendidikan tetap berjalan.

Wakil Rektor I Bidang Akademik USN Kolaka, Ruslin Hadanu
Ruslin Hadanu

Dijelaskan proses perkuliahan dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom dan Google Classroom, juga grup WhatsApp. Meskipun mahasiswa kuliah dalam jaringan di rumah masing-masing, tetapi absensi tetap berjalan seperti kuliah di ruangan kelas.

“Kita mengurangi interaksi langsung di ruang kelas, tapi dengan aplikasi itu kita tetap face to face meski melalui dunia maya. Selama dosen komitmen untuk melakukan instruksi tersebut,” jelasnya ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (24/3/2020).

Saat ini, sebut Ruslin, tidak ada sama sekali aktivitas perkuliahan baik di kampus yang ada di Tanggetada dan kampus di Jalan Pemuda, Kolaka. Semua mahasiswa diliburkan sesuai instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, untuk belajar online di rumah.

Ruslin menyebutkan, selama dosen tidak gagal paham teknologi atau gaptek, jaringan yang mendukung serta tersedianya paket data mahasiswa maka tidak akan ada kendala untuk terus melakukan kuliah online selama pemberlakuan social distancing.

“Sampai hari ini mahasiswa dan dosen yang melakukan kuliah online belum menemukan kendala,” tambahnya.

Mahasiswa USN, Riswandi Gunawan mengatakan, setiap dosen memberikan kuliah online dilakukan secara berbeda-beda. Kata dia, ada beberapa dosen yang menggunakan grup WhatsApp sebagai media untuk memberikan tugas dan materi kepada mahasiswanya.

“Jadi kita buat grup untuk setiap mata kuliah. Di grup itu dosen beri kami tugas dan materi untuk dikerjakan dan dipelajari. Kemudian, kita lakukan tanya jawab terkait materi yang diberikan bila belum dipahami,” jelasnya.

Ia menyebutkan beberapa temannya yang tinggal di daerah dengan jaringan yang tidak mendukung sangat kesulitan bila mengikuti perkuliahan melalui videocall. Sehingga ada sebagian dosen yang memberikan tugas, karena menilai videocall kurang efektif dilakukan.

Selain itu, mahasiswa yang kedapatan bergerombolan nongkrong di kampus akan mendapatkan teguran dari pihak kampus. Bila berada di kampus, mahasiswa diinstruksikan untuk menjaga jarak satu sama lain, menghindari interaksi bersentuhan.

Meliburkan Perkuliahan Mahasiswa dan Menggantinya dengan Semester Pendek

USN Kolaka memutuskan meliburkan kegiatan perkuliahan mahasiswa. Keputusan ini diambil karena pelaksanaan kuliah online yang diberlakukan selama masa pandemi corona tidak berjalan maksimal dan efektif.

Wakil Rektor Bidang Akademik USN Kolaka Ruslin Hadanu menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi dari masing-masing fakultas partisipasi mahasiswa yang mengikuti pelaksanaan kuliah online hanya 50 sampai 60 persen. Sementara 40 hingga 50 persen mahasiswa tidak mengikuti kuliah online.

Rendahnya partisipasi mahasiswa pada kuliah online ini karena koneksi internet yang tidak memadai dan tidak merata di seluruh wilayah tempat mahasiswa tersebut berada.

Sekalipun mahasiswa-mahasiswi kampus merah marun itu memiliki paket data, tetapi akan sulit mengikuti perkuliahan dengan face to face melalui aplikasi zoom meeting maupun aplikasi panggilan video lainnya.

“Untuk kondisi USN dan hasil evaluasi dari fakultas tidak efektif,” jelasnya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (4/4/2020).

Selama mahasiswa diliburkan dosen tetap melakukan sharing materi dengan mahasiswanya. Mereka juga tetap diminta belajar secara mandiri di rumah masing-masing. Sehingga, ketika masuk perkuliahan dapat dilakukan pendalaman materi.

Mahasiswa USN diliburkan sampai dengan 29 Mei 2020. Kata dia, bulan efektif belajar April dan Mei 2020 dialihkan ke Juni hingga Agustus 2020 melalui semester pendek. Sebutnya, pembelajaran semester genap ini mulai aktif kembali pada 1 Juni 2020.

Berbeda dengan mahasiswa lainnya, mahasiswa tingkat akhir dianjurkan untuk melakukan ujian proposal, ujian seminar hasil, dan ujian skripsi secara online yang diatur sub bagian akademik fakultas dan didampingi ketua program studi.

Masih kata dia, mahasiswa yang masih memiliki beban biaya pembayaran ketiga ujian tersebut bisa ditangguhkan sampai transaksi penerimaan pembayaran dibuka kembali.

Walaupun mahasiswa diliburkan dan kegiatan kemahasiswaan ditiadakan sementara, akan tetapi aktivitas lainnya di kampus tetap berjalan seperti biasanya. Namun, pola social dan physical distancing tetap selalu diterapkan. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran dan penularan Covid-19.

Menggratiskan Kuliah Semester Pendek

Rektor USN Azhari mengatakan anggaran USN untuk kegiatan pembelajaran dan pendidikan semester ini tetap tidak diganggu. Anggaran yang tidak terpakai tersebut karena perkuliahan ditiadakan selama mewabahnya Covid-19.

Kata dia, anggaran tersebutlah yang akan digunakan untuk semester pendek nanti. Sehingga, Covid-19 ini diharapkan bisa selesai pada Juni 2020 agar mahasiswa masuk pada Juni 2020 mendatang, mereka bisa mengikuti semester pendek sekitar satu sampai tiga bulan.

“Itu gratis. Sehingga, tidak ada lagi pembayaran bagi mahasiswa untuk mengejar ketertinggalan perkuliahannya yang sebelumnya diliburkan,” ujarnya di Kolaka, Jumat (1/5/2020).

Wakil Rektor Bidang Akademik USN Ruslin Hadanu menambahkan, sebelumnya kampus merah marun ini meliburkan aktivitas perkuliahan mahasiswa karena mewabahnya Covid-19.

Sehingga, untuk memutus penularan dan penyebaran Covid-19 tersebut, perguruan tinggi yang dipimpin Azhari ini melakukan perkuliahan online.

Meski sempat melakukan kuliah online, Ruslin mengakui hasilnya tak begitu efektif sebab terkendala ketersediaan jaringan yang belum merata di beberapa wilayah di Sultra.

Kemudian, lanjut Ruslin, pihak kampus memutuskan untuk meliburkan mahasiswa, dan akan menggantinya dengan semester pendek pada Juni 2020 mendatang.

Apabila pandemi Covid-19 mereda, lalu mahasiswa bisa kembali beraktivitas seperti biasanya pada 1 Juni 2020 untuk mengikuti semester pendek, maka biaya UKT semester pendek digratiskan.

“Jadi mahasiswa melakukan semester pendek tidak dipungut UKT atau digratiskan,” ujarnya.

Namun, ia menyiapkan skenario lain bila kondisi belum memungkinkan untuk melaksanakan kuliah yaitu mahasiswa akan kembali melangsungkan kuliah online. Sekalipun dalam kondisi jaringan yang tidak maksimal dan tidak efektif.

“Karena sudah tidak ada cara lain, karena sudah tertumbuk dengan semester berikutnya,” pungkasnya.

Ditanya perihal keringanan biaya UKT untuk semester berikutnya, Ruslin mengatakan bila mahasiswa tetap membayar UKT tersebut. Pihaknya belum membahas kebijakan terkait hal tersebut karena belum ada petunjuk dari rektor.(Adv)

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib