iklan zonasultra

Lelah dengan Perpecahan, Mantan Ketua KNPI Sultra Dorong Rekonsiliasi

Hidayatullah
Hidayatullah

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Tenggara (Sultra) di ambang perpecahan. Pasca musyawarah daerah (Musda) KNPI Sultra akhir Agustus 2016 dengan ketua terpilih Syahrul Beddu, ada lagi pihak yang akan menggelar musda tandingan.

Hidayatullah
Hidayatullah

Mantan Ketua KNPI Sultra Hidayatullah sangat menyayangkan jika ada pihak yang ingin dualisme kepengurusan. Padahal selama 4 tahun lebih kepemimpinannya, KNPI Sultra selalu bersatu meskipun ada dualisme kepengurusan di pusat.

“Akibat dualisme pusat terjadi kelelahan baik fisik maupun pikiran. Kalau mau dualisme di Sultra kenapa tidak dari kemarin (sebelum Musda) padahal kita selalu menjaga keharmonisan. Olehnya harus ada rekonsiliasi,” kata Dayat, sapaan akrab Hidayatullah di Kendari, Kamis (1/9/2016).

Dayat mengaku telah membuka kesempatan kepada semua kader KNPI untuk mencalonkan diri sebagai Ketua KNPI Sultra. Namun tidak ada yang mendaftar, bahkan sempat ditunda sampai satu bulan.

(Berita Terkait : 55 Organisasi Kepemudaan Akan Laksanakan Musda KNPI Tandingan)

Syahrul Beddu telah terpilih karena memang hanya dia yang mendaftar dan disepakati dalam Musda. Jika ada pihak yang tidak puas dan membuat gerakan tambahan, maka itu dianggap tidak jantan dan tidak ksatria.

“Kalau laki-laki, jantanlah! Harusnya dapat berkompetisi secara sehat (lewat musda sebelumnya). Sangat disayangkan kalau dalam proses ini harus dualisme, kita butuh waktu lagi untuk rekonsiliasi, itupun bisa bersatu kembali dan bisa juga tidak,” ujar Dayat yang juga Ketua KPU Sultra ini.

(Berita Terkait : Ini Alasan Umar Bonte Laksanakan Musda KNPI Tandingan)

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu Ketua Organisasi Kepemudaan (OKP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Umar Bonte mewacanakan akan melaksanakan musda KNPI tandingan. (B)

 

Reporter : Muhamad Taslim Dalma
Editor      : Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib