iklan zonasultra

LT Mineral Kendari Produksi Air Minum Kemasan 3.000 Dus Sehari

LT MINERAL - Suasana proses pemasukan air minum kemasan LT Mineral cup ukuran 220 ml ke dalam dus oleh karyawan PT Tirta Logam Tunggal di Kecamatan Nambo, Kendari, Jumat (9/8/2019). (ILHAM SURAHMIN/ZONASULTRA.COM).

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Perusahaan air minum kemasan PT Tirta Logam Tunggal (LT) Kendari mampu memproduksi air kemasan siap minum hingga 3.000 dus atau karton setiap harinya.

Manager produksi LT Kendari Supriyono mengatakan, untuk proses produksi pihaknya menyediakan dua mesin, namun sat ini baru satu mesin yang dimaksimalkan penggunanya secara shitf atau bergantian.

Kemasan yang diproduksi pun beragam, ada untuk cup 220 mil liter (ml) sehari mencapai 2.700 dus, kemudian kemasan 600 ml botol dan 330 ml botol tengah skalanya sekitar 500 hingga 700 dus per hari.

iklan zonasultra

Baca Juga : Agustus Ini, Harry Parfum Kendari Punya Tiga Aroma Baru dari Paris

Supriyono menjelaskan bahwa sumber bahan baku air dari LT Mineral berasal dari mata air yang ada di Kecamatan Nambo.

Sebelum air baku dari mata air tersebut masuk dalam kemasan cup ataupun botol, air melewati sejumlah proses terlebih dahulu dengan serangkaian pengolahan mesin dan tes laboratorium.

“Sebelum produksi, tentu kita sudah diverifikasi oleh pihak berwenang dan kami sudah mengantongi sertifikasi Standarisasi Nasional Indoensia (SNI). Jadi alhamdulilah aman dan kami yakin dengan apa yang kami lakukan,” ungkap Supriyono saat ditemui di ruang produksi LT Mineral, Jumat (9/8/2019) pagi kemarin.

Lebih rinci dikatakan Supriyono bahwa sumur bahan baku utama yang berasal dari dari mata air alami. Kemudian air itu dimasukkan ke kolam air baku tampung dan dilakukan water treatment (WT) luar.

Pada tahap ini terjadi proses penyaringan awal melalui sendi filter dan resin cation yang berfungsi untuk menghilangkan kandungan kapur, magnesium dan calsium pada air.

Kemudian, air masuk ke dalam bak penampungan setengah jadi dan kembali dilakukan proses WT dalam. Di sini terjadi lagi proses filter dan ada proses karbon aktif guna menjernihkan air.

Setelah itu, dimasukkan ke mesin ultrafiltrasi untuk kembali menjamin kejernihan air, dan setelah itu masuk ke bak mixing. Ditahap ini air melewati proses Reverse Osmosis (RO yang menggunakan membran permeabel sebagian untuk menghilangkan ion, molekul yang tidak diinginkan dan partikel yang lebih besar dari air minum hingga masuk ke tahap finishing.

Tahap finishing dilakukan proses injeksi ozon mix guna membunuh bakteri, dan masuklah ke proses kemasan.

Bukan hanya mesin yang berstandar SNI, Supriyono pun menjamin bahwa tenaga kerja pada proses produksi memiliki kompetensi yang mempuni di bidang proses pengolahan air sumur menjadi air siap minum.

“Yang paling penting dari ini sebenarnya, kami punya lab pemeriksaan tersendiri. Jadi air dari sumur itu diuji di lab sebelum diproses, kemudian dalam tahap proses pun ada pengujian sampel hingga sampai pada kemasan dus pun setiap periode waktu tertentu kita periksa. Untuk menjamin air minum kita benar-benar higienis,” ujarnya.

Perusahaan air minum kemasan yang berdiri tahun 2018 ini pun akan memproduksi kemasan baru yang berukuran 1.500 ml atau botol besar dan galon dengan isi 19 liter.

Ia pun mengapresiasi pemerintah setempat karena dapat memberikan kemudahan dalam proses perizinan usaha, pasar dan penggunaan air untuk proses produksi LT Mineral.

Baca Juga : Promo Merdeka Suzuki, Beli Mobil Dapat Motor

Dengan hadirnya perusahaan ini, pihaknya mempekerjakan ibu rumah tangga sekitar perusahaan yang mampu bekerja dalam proses produksi. Selain itu, pihaknya juga cukup menyerap tenaga kerja lokal di Kendari.

Kepada masyarakat, Supriyono berharap agar mereka tidak ragu lagi menggunakan produk dari LT Mineral yang merupakan perusahaan lokal dengan didukung fasilitas dan sumber daya manusia memadai.

“Kita harus bangga dengan produk lokal karena kedepan kemajuan perusahaan juga untuk memajukan perekonomian daerah,” pungkasnya. (B)

 


Reporter : Ilham Surahmin
Editor : Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib