Honda

Mahasiswa Kolut Gelar Aksi Solidaritas atas Meninggalnya Yusuf dan Randi

Mahasiswa Kolut Gelar Aksi Solidaritas atas Meninggalnya Yusuf dan Randi
AKSI SOLIDARITAS - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Kolaka Utara (Kolut) melakukan aksi solidaritas pada Senin (30/9/2019) atas tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu oleo (UHO) Yusuf dan Randi.(Rusman/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM, LASUSUA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Kolaka Utara (Kolut) melakukan aksi solidaritas pada Senin (30/9/2019) atas tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu oleo (UHO) Yusuf dan Randi. Keduanya tewas saat aksi di DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak RUU KUHP dan UU KPK hasil revisi pada 26 September 2019 lalu.

Kedatangan para mahasiswa itu dengan membawa poster dan spanduk yang berisi tuntutan untuk mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus gugurnya dua mahasiswa tersebut. Sebelum aksi mahasiswa menggelar salat gaib di Musala Polsek Lasusua, kemudian dilanjutkan aksi di tugu kelapa dan berakhir di Kantor DPRD Kolut.

Baca Juga : ORI dan Kemenkumham Sultra Didesak Tuntaskan Tewasnya Dua Mahasiswa UHO

iklan zonasultra

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kolut Ismu mengatakan mahasiswa prihatin atas kejadian penembakan tersebut sehingga mendesak agar Mabes Polri serius menangani kasus tersebut. Apabila kasus itu tidak dituntaskan maka dapat merusak kehormatan dan citra institusi kepolisian di mata publik.

“Penembakan dua rekan kami di Kendari bahwa dugaan dilakukan oleh oknum kepolisian harus diusut tuntas. Jangan sampai adanya tim investigasi yang diturunkan hanya meredam pergerakan yang terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Ismu dalam orasinya, Senin (30/9/2019).

Sementara saat massa berada di DPRD, sejumlah mahasiswa diizinkan masuk bertemu dengan anggota DPRD untuk menyampaikan langsung tuntutan mereka.

Baca Juga : GMNI Kendari Serukan Elemen Masyarakat Kedepankan Hukum Beraspirasi

Koordinator umum aksi itu, Mahdanur Basri mengatakan pihaknya hanya meminta pihak DPRD Kolut untuk menyampaikan aspirasi yang mereka agar sampai ke DPR RI sebagai penolakan RUU KUHP dan UU KPK hasil revisi.

” Ini bentuk aksi damai solidaritas sehingga kami juga turun ke jalan bentuk kepedulian kita terhadap rekan yang tewas saat menyampaikan aspirasinya di Kendari,” ujarnya.

Ketua DPRD Kolut Agusdin dan beberapa anggota lainnya menerima langsung aspirasi tersebut dan siap menindak lanjuti apa yang menjadi tutuntan mahasiswa. (C)

 


Kontributor: Rusman
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib