iklan zonasultra

Massa dan Security Perusahaan Sawit di Koltim Nyaris Bentrok

Massa dan Security Perusahaan Sawit di Koltim Nyaris Bentrok
NYARIS BENTROK - Massa yang mendatangi kantor PT Sari Asri Rezeki Indonesia (SARI) nyaris bentrok dengan security PT SARI. Sempat terjadi adu mulut dan aksi saling dorong-dorongan di gerbang pintu masuk perusahaan. (SAMRUL/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA. COM, TIRAWUTA – Sejumlah massa yang mendatangi kantor PT Sari Asri Rezeki Indonesia (SARI) pada Kamis (28/3/2019), nyaris bentrok dengan security (pengamanan) perusahaan sawit itu. Sempat terjadi adu mulut dan nyaris baku hantam di gerbang pintu masuk perusahaan, Kolaka Timur (Koltim).

Massa merasa kesal karena dilarang masuk oleh security yang menjaga di pintu gerbang. Bentrok tidak terjadi petugas kepolisian yang ikut mengawal massa dan personil Brimob yang berjaga di kantor PT SARI berhasil meredam kemarahan massa.

Kedatangan massa di kantor PT SARI hanya untuk memastikan bahwa PT SARI sudah tidak melakukan aktivitas menggunakan alat berat lagi, seperti hasil kesepakatan dengan Kepala Kesbang Pol Koltim, Sahibo ketika melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati Kabupaten Kolaka Timur pada hari yang sama.

(Baca Juga : Perusahaan Sawit Disinyalir Beroperasi di Koltim Tanpa Izin HGU)

Massa datang sekitar pukul 13.40 wita dalam kondisi hujan. Di hadapan massa, Manager Lapangan PT SARI, Rudi mengatakan aktivitas alat berat sudah dihentikan sejak hari ini.

“Saya sudah dapat instruksi dari atasan saya bahwa aktivitas alat berat hari ini dihentikan sampai selesai pemilihan umum (pemilu),” kata Rudi.

Setelah mendengar jawaban itu, massa pun pulang dengan tertib. Massa membubarkan diri pada 14.30 wita. Sebelum mendatangi PT SARI, ratusan massa dari ahli waris ataupun pewaris rawa Tinondo mendatangi kantor Bupati Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Kamis (28/3/2019).

(Baca Juga : 80 Ribu Rumpun Sagu Koltim Dibabat, Warga Demo Perusahaan Sawit)

Massa menuntut terkait regulasi ganti rugi rumpun pohon sagu dan izin Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan kelapa sawit PT SARI. Namun, massa hanya diterima oleh Kepala Kesbang Pol, Sahibo.

Massa merasa kecewa karena tidak berhasil menemui Bupati Koltim, Tony Herbiansyah dan Sekda Koltim, Eko Santoso Budiarto Saula. Mereka mendapat kepastian dari Sahibo bahwa PT SARI sementara waktu tidak lagi menggunakan alat beratnya di lokasi perkebunan kelapa sawit. (C)

 


Kontributor : Samrul
Editor : Muhamad Taslim Dalma

1 KOMENTAR

  1. Berharap KPK cepat menangkap para penjual lahan sawit seperti kejadian di sulawesi tengah…bupati boul telah di ponis MA 8 tahun…semoga ada pejabat koltim menyusul

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib