iklan zonasultra

Menkopolhukam Dapat Kartu Merah dari Mahasiswa di Kendari

Menkopolhukam Dapat Kartu Merah dari Mahasiswa di Kendari
UNJUK RASA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sultra Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Hotel Claro Kendari, Senin (2/3/2020). (Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukkam) Mahfud MD mendapat kartu merah, dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Sultra Bersatu. Kartu merah itu diberikan mahasiswa, usai Mahfud MD membuka acara rapat koordinasi dan sinkronisasi wawasan kebangsaan bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), di Hotel Claro Kendari, Senin (2/3/2020).

Dari pantauan awak media ini, awalnya para mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan hotel. Namun, sekira pukul 10.30 Wita, saat Menkopolhukam keluar dari hotel untuk menuju bandara, puluhan mahasiswa langsung membentuk barisan di sepanjang pintu keluar hotel dan memberikan kartu merah ke Menkopolhukam.

Baca Juga : Mahfud MD Minta IKA UII Sultra Bersinergi Membangun Daerah

Para mahasiswa itu, menuntut Menkopolhukkam Mahfud MD untuk melakukan investigasi dan monitoring terhadap kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang ada di Sultra, termasuk kasus tewasnya Randi dan Muhammad Yusuf Kardawi pada aksi Reformasi Dikorupsi, 26 September 2019.

“Kami minta pelaku ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, baik secara hukum pidana maupun tindakan disipliner berupa pemecatan dan menyampaikan proses hukum secara transparan ke publik,” ujar salah seorang orator yang enggan menyebutkan namanya.

Selain itu, massa juga mendesak agar Menkopolhukam segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM lainnya yang terjadi di Sultra selama kurun waktu 3 tahun terakhir.

“Kami juga mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia dalam hal ini Kapolda Sultra, untuk mengevaluasi dan mengambil langkah-langkah yang tegas untuk memperbaiki kinerja kepolisian. Sehingga dalam segala tindakan aparat penegak hukum benar-benar profesional,” lanjut orator.

Baca Juga : Menko Polhukam Jamin WNI dari Wuhan Aman Bagi Masyarakat Natuna

Sementara itu, usai membuka rapat koordinasi di Hotel Claro Kendari, Menkopolhukam Mahfud MD langsung meninggalkan hotel dan munuju bandara. Aksi saling dorong antara massa aksi dengan aparat kepolisian pun sempat mewarnai pemberian kartu merah ke Mahfud MD, namun aksi dapat dengan cepat diredam sehingga tak menimbulkan bentrokan. (B)

 


Reporter: Randi Ardiansyah
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib