iklan zonasultra

Orang Tua Siswa Aniaya Guru, Sekda: Harus Diproses Hukum

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Lukman Abunawas
Lukman Abunawas

ZONASULTRA.COM,KENDARI– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Lukman Abunawas menilai perilaku orang tua siswa yang menganiaya Hayari, salah seorang guru di SMA Negeri 1 Kendari harus diproses hukum.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Lukman Abunawas
Lukman Abunawas

Menurut Lukman, tindakan yang dilakukan oleh siswa dan orang tuanya tersebut merupakan contoh yang tidak baik dan semestinya harus diberikan sanksi.

“Kalau sampai melakukan pemukulan seperti itu, ya harus diproses hukum supaya ada efek jera sehingga tidak terulangi lagi, agar tidak dicontoh dengan siswa lain. Kalau maafkan bisa saja, namun hukum harus tetap dijalakan,” ungkap Lukman Abunawas saat ditemui di Hotel Kubra, Sabtu (21/10/2017).

Untuk diketahui, penganiayaan ini terjadi pada Jumat, 20 Oktober 2017 sekira pukul 10.00 Wita. Pelaku pemukulan adalah Suharudin Diku, bersama anaknya Chandra, siswa kelas 11 IPS 3. Pemukulan tersebut bermula ketika Chandra dinasihati oleh Niketut Somanasi, guru BP di sekolah itu.

Saat diberi nasihat, Chandra berlaku tidak sopan, sehingga ditegur oleh Wakasek Kesiswaan, Hayari yang kebetulan melintas. Bukannya menurut, Chandra malah kembali berlaku tidak sopan sehingga Hayari memukulnya dengan kertas koran.

Berita Terkait : Tak Terima Anaknya Ditampar, Orang Tua Siswa Ini Hajar Guru Sekolah

Tidak terima, Chandra kemudian memberontak lari ke lapangan dan mengepalkan tangannya sembari mengajak Hayari adu jotos. Chandra juga berteriak akan melaporkan Hayari ke ayahnya.

Pagi tadi, Minggu (22/10/2017), Hayari didampingi Kepala Sekolah Agusman Hannisi mendatangi Polres Kendari untuk membuat laporan polisi. Terlapor adalah Chandra bersama ayahnya Suharudin Diku.

“Memang sebelumnya kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan di ruangan saya. Tapi, akhir-akhir ini Pak Hayari mengeluh jika bagian punggung dan kepalanya terasa nyeri. Makanya dia berinisiatif untuk melapor,” kata Kepala SMAN 1 Kendari, Agusman Hannisi di Polres Kendari.

Berita Terkait : Didampingi Kepsek, Hayari Polisikan Chandra dan Orang Tuanya

Sementara Hayari belum bisa berkomentar banyak saat ditanyai awak media karena kondisi fisiknya masih terlihat lemah. Hayari masih tampak pucat dan sesekali memegang bagian bahu dan wbelakang kepalanya.

“Iya saya melapor. Jangan dulu, saya belum bisa banyak bicara, masih lemas,” kata Hayari.

Selain kepala sekolah, terlihat juga beberapa orang guru ikut mendampingi Hayari. (B)

 

Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib