iklan zonasultra

Pemuda Wakatobi Ini Ditikam Pakai Batang Besi Saat Tidur

Pemuda Wakatobi Ini Ditikam Pakai Batang Besi Saat Tidur
TERBARING - La Mardin (27) terbaring lemas saat tiba di RSUD Kota Baubau, Senin (2/3/2020). Pemuda Desa Peropa, Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi ini akan menjalani operasi guna mencabut besi batang yang tertancap di dadanya. (Risno Mawandili/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,BAUBAU– Seorang pemuda asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), mesti mendapat perawatan medis lantaran ada besi batang ukuran pendek tertancap di tubuhnya. Kini, dia dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Baubau.

Korban bernama La Mardin (27), yang tinggal di Desa Peropa, Kaledupa Selatan, Kabupaten Wakatobi. Dia ditikam orang tidak dikenal pada malam hari di kediamannya saat tidur pulas. Besi berkarat menancap tepat di dadanya dengan diameter tiga sentimeter.

Penikaman itu, menurut La Masinunu selaku ayah korban, terjadi pada Minggu malam (1/3/2020) sekira pukul 11.00 Wita. Korban sempat melihat pelaku, hanya samar-samar, bagian punggungnya saja.

iklan zonasultra

“Dia lihat orangnya, tapi samar-samar karena gelap. Baru juga ini dia (korban) dalam kondisi belum sadar sepenuhnya dari tidur,” jelas La Masinunu, ditemui saat menemani anaknya di rumah sakit, Senin (2/3/2020).

Dari keterangan La Masinunu, kemungkinan pelaku masuk ke dalam rumah untuk melancarkan aksinya lewat pintu belakang. Pasalnya saat kejadian itu pintu tersebut terbuka lebar. Kediaman La Masinunu yang merupakan pensiunan pegawai negeri sipil sendiri merupakan rumah permanen.

Gegara itu, kini pemuda Wakatobi tersebut harus dirawat intensif di RSUD Kota Baubau. Dokter akan mencoba mencabut besi yang tertancap di dada pemuda tersebut.

La Mardin sendiri dirujuk ke RSUD Kota Baubau lantaran sumber daya di RSUD Wakatobi tidak memadai untuk melakukan operasi. Pantauan zonasultra.com, saat korban tiba di RSUD Kota Baubau, nafas mulai tersengal, meski demikian kesadarannya terbilang normal. (A)

 


Kontributor : Risno Mawandili
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib