iklan zonasultra

Penelusuran Rekam Jejak Calon Rektor UHO Tak Kunjung Usai, Panitia Pilrek : “Plt Rektor Harus Melobi”

Hillaluddin Hanafi
Hillaluddin Hanafi

ZONASULTRA.COM,KENDARI – Proses penelusuran rekam jejak ketiga calon rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2017-2021 yang tak kunjung tuntas menyebabkan pihak universitas masih harus menunggu kepastian waktu penetapan pemilihan Rektor UHO oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Hillaluddin Hanafi
Hillaluddin Hanafi

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UHO, Hilaludin Hanafi mengungkapkan hingga saat ini belum ada kabar pasti terkait jadwal pilrek, sejak penyerahan berkas rekam jejak para calon rektor pada 16 Maret lalu. Hingga kini, waktu berakhirnya pemeriksaan rekam jejak ketiga calon oleh PPATK belum ada penjelasan.

“Plt Rektor harus turun langsung ke Kementerian untuk melobi, agar pemeriksaan rekam jejak calrek dipercepat sehingga tidak berlarut-larut. Masa, kita mau menunggu terus,” kata Hilaluddin ditemui di Gedung Rektorat UHO, Rabu (5/4/2017) sore.

iklan zonasultra

Ia juga mengungkapkan, pihak panitia hampir tiap hari berkomunikasi dengan kementerian untuk menanyakan kapan hasil pemeriksaan akan selesai. Namun, respon dari kementerian terus mengungkapkan rekam jejak calrek masih dalam proses pemeriksaan.

Berita Terkait : Penyaringan Pilrek UHO, Zamrun, Buyung Sarita dan La Sara Lolos Jadi Calon Rektor

“Ini adalah pekerjaan profesional jadi membutuhkan waktu dan perlu ada standar yang perlu diperhatikan,” kata Hilaludin.

Selain itu, kata dia sekarang sudah ada aturan baru dari pemerintah, yakni tidak mengenal gubernur, bupati, direktur bank bahkan rektor semua harus melalui penelusuran rekam jejak PPATK.

“Jadi, bukan hanya berkas calrek UHO saja yang diurus, semua orang antri di PPATK. Proses masih jalan hanya masih menunggu,” jelasnya.

Berita Terkait: Rampungkan Rekam Jejak Calon Rektor, Pilrek UHO Kembali Ditunda

Lanjutnya, tugas panitia sudah selesai dan kini semua telah menjadi urusan Kementerian. Secara internal Kementerian harus mengadakan yang namanya clean and clear. (B)

 

Reporter: Sri Rahayu
Editor: Jumriati

Loading...

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib