Honda

Pertamina Tarik 116 Tabung 3 Kg dari Pelaku Usaha di Kendari

Pertamina Tarik 116 Tabung 3 Kg dari Pelaku Usaha di Kendari
PERTAMINA - Foto bersama pemilik RM Bulek Sum 2 dengan pihak Pertamina TBBM Kendari yang sudah menukarkan tabung gas elipiji 3 kg ke tabung Bright Gas 5,5 kg. (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.COM, KENDARI– PT Pertamina (persero) Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Kendari telah menarik sebanyak 116 tabung gas 3 kg dari sejumlah pelaku usaha di Kendari. Penarikan gas elpiji subsidi pemerintah ini karena para pelaku usaha tidak layak menggunakan gas melon tersebut.

Dari total 327 pelaku usaha yang didata, Pertamina melalui program ASHIAP bersama media, baru 38 pelaku usaha yang sudah ditarik gas subsidinya dan beralih menggunakan Bright Gas dengan ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

Sales Executive Elpiji Pertamina Kendari, Arnaldo Andika Putra kepada zonasultra mengatakan, per 29 September 2019, pihaknya telah menarik sebanyak 116 tabung elpiji 3 kg dari para pelaku usaha rumah makan dan laundry yang ada di Kota Kendari.

iklan zonasultra

“Jika dipersentasekan, pelaku usaha yang beralih ke Bright Gas baru sekitar 12,43 persen,” ungkap Aldo saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (1/10/2019).

Lebih rinci dijelaskan Aldo bahwa dari 116 tabung elpiji 3 kg itu apabila dikonversi ke tabung Bright Gas maka jumlahnya 71 tabung. Jadi, para pelaku usaha yang sudah disurvei itu, mereka menukarkan tabung elpiji 3 kg ke tabung Bright Gas. Dua tabung elpiji bisa ditukarkan ke 1 tabung Bright Gas 5,5 kg. Bahkan, ada pula pelaku usaha yang membeli tabung Bright Gas.

(Baca Juga : Jual LPG 3 Kg Lewat Pickup ke Pengecer, Dua Pangkalan Ini Disanksi Pertamina)

Ia mengakui, tingkat kesadaran para pelaku usaha rumah makan dan laundry sudah bagus karena mereka sudah secara suka rela menukarkan tabung elpiji 3 kg. Tabung 3 kg seharusnya diperuntukan bagi masyarakat miskin.

Sosialisasi dan edukasi kepada para pelaku usaha, agar beralih menggunakan Bright Gas terus intens dilakukan Pertamina. Pertamina juga bersama pihak terkait turut mengawasi penyaluran gas elpiji subsidi agar tepat sasaran.

“Kami melakukan sosialisasi dengan pemerintah Kota Kendari dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kendari, agar pelaku usaha dan laundry yang masih menggunakan elpiji subsidi untuk secepatnya beralih,” ujarnya.

Aldo menyebutkan 38 pelaku usaha rumah makan di Kendari yang sudah beralih ke Bright Gas yaitu Prasaman Bude Muji, Warung Bakso Garuda, Warung Agung Podomoro, Coto Je’Ne Berang Cabang Raha, Warung Makan Teh Lis, Warkop Radja, Bandeng Maros, Seven Laundry, Mie Kering Pabing, Warung Bakso Solo, Teras Prasmanan, Bakso Oke, Coto Makassar, WM mba Ika, Warung Bakso Solo Tunggal Dara, Warung Sop Kikil Benteng, Mie Pangsit Van Java RM Bakso Vanesa dan RM. Ceria.

Selain itu, kata dia, yang beralih ke Bright Gas yaitu, Warung Pangkep, Warung Kopi (seafood 88), WM Bu Mega, Kaba Bakso Solo, RM Baroqah, RM Bulek Sum 2, RM. Chaya Chaya, Warung Makan Putri, Warung Wong Solo, RM. Aroma Japing – Japing, Kedai ASA dan RM Bakso Mutiara. Kemudian Bakoel Sulawesi, Bakso Mager Sari, RM. Mayesha, Warung Putri bengawan solo, Bakso Kelapa Gading, Warung Bang Jes, dan Bakso Tahu Sumedang.

“Kita dari data yang ada berharap bisa beralih semua dan saya yakin akan beralih,” ungkapnya. (B)

 


Reporter: Ilham Surahmin
Editor: Muhamad Taslim Dalma

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib