iklan zonasultra

Pesan Berantai Warga Kanakea Bakal Menyerang Beredar, Kapolres Baubau : Itu Hoaks

Pesan Berantai Warga Kanakea Bakal Menyerang Beredar, Kapolres Baubau : Itu Hoaks
PESAN BERANTAI - Rilis Polres Baubau telah mengonfirmasi bahwa pesan rencana penyerangan warga Lingkungan Kanakea ke Lingkungan Lorong sempit adalah hoAks alias pesan bohong yang menyesatkan. (Foto : Istimewa)

ZONASULTRA.COM,BAUBAU – Pesan berantai yang menginformasikan bahwa warga Lingkungan Kanakea bakal menyerang warga Lingkungan Lorong sempit menyebar di masyarakat Kota Buabau. Pesan itu beredar di grup-grup WhatsApp, usai pemakaman korban LM (20), warga Lingkungan Kanakea, Kelurahan Nganganauma, Kota Baubau, Selasa (20/10/2020).

LM merupakan korban penganiayaan saat terjadi perkelahian antar warga di Lingkungan Kanakea, Kelurahan Nganganaumala, Kota Baubau, Senin malam (19/10/2020). LM dianiaya di indekosnya di Lingkungan Kanakea. Delapan orang dari pelaku penganiayaan telah diamankan Polres Baubau.

Pesan berantai yang beredar di grup whatsapp menyebutkan sumber informasi berasal dari Babinkamtibmas Polsek Wolio, Kota Baubau.

“Assalamualaikum…. sekedar info ktx sbntr selesai pemakaman korban pembunuhan di kanakea mau menyerang lorong sempit di wangkanapi, jadi jangan dulu ada yang lewat sekitar jembatan tengah, gantung, wknp untuk mengantisipasi hal2 yang tdk diinginkn,” pesan dibubuhi emoji dua telapak rangan membentuk simbol terimaksih.

Kapolres Baubau AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari, lewat rilis resminya mengatakan, pesan itu merupakan hoaks. Ia mengaku, tidak pernah kepolisian, termaksud Babinkamtibmas Polsek Wolio menyebarkan pesan demikian.

“Telah beredar pasan singkat tentang adanya upaya penyerangan kepada satu wilaya pasca meninggalnya korban penganiayaan di Lingkungan Kanake, Kota Baubau. Diinfokan kepada masyarakat bahwa informasi tersebut tidak benar. Diharapkan masyarakat Baubau agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak jelas asal usulnya,” tulisnya dalam rilisnya.

Berdasarkan penjelasan Rio Tangkari saat sesi wawancara usai pemakanan LM, di TPU Kuburan Islam, Kota Baubau, sudah banyak hoks yang beredar terkait kericuhan yang terjadi di Lingkuntan Kanakea pada senin malam 19 Oktober 2020. Polres melihat banyak beredar video orang luka-luka yang coba dikaitkan dengan kejadian di Lingkungan Kananakea.

Bahkan lanjut Rio, banyak juga orang menyebarkan informasi bahwa sudah banyak korban terluka. Padahal sejauh ini Polres Baubau baru merilis satu korban saja. LM (20), laki-laki, warga Lingkungan Kanakea, meninggal di indekos akibat penganiayaan. LM meninggal dunia karena mengalami pendarahan setelah luka parah akibat tebasan dan tusukan senjata tajam. (b)

 


Kontributor : Risno Mawandili
Editor : Kiki

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib