iklan zonasultra

Polda Gandeng DTPP Sultra Sosilalisasi Pengendalian Pemotongan Sapi di Buton

Polda Gandeng DTPP Sultra Sosilalisasi Pengendalian Pemotongan Sapi di Buton
SOSIALISASI - direktur Binmas Polda Sulta Kombes Pol Erfan Prasetyo, Kepala Bidang Tanaman Panggan dan Perternakan Provinsi Sultra Rahmat Hardiono, Sekda Buton Zilfar Djafar, Kadis Pertanian Buton Azizu, Wakapolres Buton Kompol Arnaldo Von Bullow dan PakBung Kodim 1413 Buton, saat sosialisasi di aula kantor Bupati Buton, Kamis (5/4/2018). (Nanang/ZONASULTRA.COM)

ZONASULTRA.COM,PASARWAJO – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar sosialisasi dan advokasi pengendalian pemotongan sapi betina produktif di aula kantor Bupati Buton, Kamis, (5/4/2018).

Kegiatan itu bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Perternakan (DTPP) Provinsi Sultra dan Dinas Pertanian Buton untuk mendukung program pemerintah atas pemenuhan kebutuhan daging sapi dalam negeri.

Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Sutra, Kombes Pol Erfan Prasetya mengatakan, populasi ternak produktif saat ini semakin berkurang akibat banyak ternak betina produktif dipotong di beberapa Rumah Pemotongan Hewan (RPH) maupun Tempat Pemotongan Hewan (TPH). Jika ini terjadi secara terus menerus, maka khususnya daerah se wilayah Sultra akan mengalami kelangkaan pasokan daging sapi.

iklan zonasultra

“Melalui sosialisasi ini kita harap sapi betina produktif inilah kita bisa mengembangkan ternak lebih banyak lagi untuk meningkatkan dan menjaga kelangsungan persedian daging di masyarakat,” kata Evan Prasetya dalam acara itu.

Menurutnya, sapi betina produktif harus diselamatkan karena beberapa hal, diantaranya dalam upaya melestarikan sapi lokal dan mendukung peningkatan produksi daging.

“Jika pemotongan betina produktif kita cegah, berarti kita ikut berpartisipasi dalam melestarikan sapi lokal kita. Sehingga populasi ternak ini akan menjadi sumber bahan baku yang luar biasa bagi peningkatan usaha produksi daging yang sangat dibutuhkan masyarakat”, jelasnya.

Ditambahkannya, negara telah mengatur pelarangan pemotongan ternak betina produktif melalui undang-undang No 18 tahun 2009 juncto UU No. 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Sanksi berat berupa pidana telah disiapkan bagi siapa saja yang telah melanggar aturan ini.

Dia juga berharap agar seluruh elemen masyarakat berpartisipasi dalam menjalankan aturan pelarangan pemotongan ternak ruminansia besar betina produktif. Keberhasilan program ini akan menyelamatkan ternak bibit atau induk yang pada akhirnya dapat menembangkan populasinya secara nasional.

“Perbaikan pada sektor perternakan akan berdampak pada pengurangan ketergantungan negara kita terhadap impor dari negara lain,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Plt Bupati Buton, La Bakry melalui Sekda Zilfar Djafar mengatakan, sosialisasi sejalan dengan salah satu program yang tengah di dorong oleh Pemda setempat, yakni upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyrakat melalui perkembangan sistem perekonomian yang ada.

Menurutnya, sosialisasi seperti ini merupakan bentuk edukasi dari pada pemerintah pusat maupun daerah untuk mengantisipasi mencapi target-target pembangunan.

Dikatakannya, di Buton selama ini, tidak menutup kemungkinan para pemotong hewan melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Dia berharap, sosialisasi ini dapat menjernihkan pengatahun mereka tentang syarat pemotongan sapi ternak yang baik.

“Mudah-mudahan tahun akan datang pemerintah akan memprograkan pembangunan Rumah Pemotongan Hewan, karena ini merupakan sarana mengendalikan pemotongan hewan, baik dari aspek halal ataupun jenis hewan yang akan dipotong,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buton Azizu mengatakan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan bhabinkantibmas dan PKL guna melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Semua ini dilakukan bersama agar apa yang diharapakan bisa terwujud, sehingga populasi sapi di daearh itu akan terus meningkat.

“Jika program ini terlaksana sesuai dengan apa yang kita harapakan. maka akan meningkatkan populasi ternak sapi dan tentunya mengurangi impor daging dari negara lain,” tandasnya. (C)

 


Reporter : Nanang
Editor: Abdul Saban

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib