Populasi Sapi di Konawe Meningkat Setelah “Diwajibkan” Bunting

Populasi Sapi di Konawe Meningkat Setelah
POPULASI SAPI - Populasi ternak sapi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami peningkatan setelah program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) terus direalisasikan dinas peternakan dan kesehatan hewan (Disnakeswan) setempat. (Dedi Finafiskar/ZONASULTRA.COM)

Populasi Sapi di Konawe Meningkat Setelah "Diwajibkan" Bunting POPULASI SAPI – Populasi ternak sapi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami peningkatan setelah program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) terus direalisasikan dinas peternakan dan kesehatan hewan (Disnakeswan) setempat. (Dedi Finafiskar/ZONASULTRA.COM)

 

ZONASULTRA.COM, UNAAHA – Populasi ternak sapi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami peningkatan setelah program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) terus direalisasikan dinas peternakan dan kesehatan hewan (Disnakeswan) setempat. Peningkatan populasi ini dilakukan melalui inseminasi buatan (IB) dan intensifikasi kawin alam.

Berdasarkan data Disnakeswan, populasi ternak sapi di Konawe terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 lalu jumlah sapi potong sebanyak 30.972 ekor, 2016 mencapai 45.692 ekor dengan peningkatan rata-rata 20%.

Dan tahun ini, populasi sapi, khususnya pengembangbiakan dari inseminasi menunjukan angka yang baik, dari target 1.200 hasil inseminasi hingga saat ini sudah tercapai sekitar 4.000 kehamilan dan 1.000 yang sudah beranak.

“Dengan terus meningkatnya populasi ternak sapi di daerah kita, banyak sapi asal Konawe yang menjadi incaran pasar-pasar di luar Sultra, khususnya Sulawesi Selatan,” terang Kepala Disnakeswan Konawe, Jumrin, Selasa (31/10/2017)

Jumrin menambahkan, keberhasilan usaha pembibitan sapi potong salah satunya diukur dari produksi jumlah kelahiran anak-anak sapi. Keberhasilan pengelolaan perkawinan sapi sangat ditentukan oleh pembibitan sapi potong, masa birahi induk sapi dan perkawinan sapi potong. Perkawinan sapi potong dapat dilakukan dengan cara perkawinan alami dan kawin suntik atau IB.

Bibit sapi yang akan digunakan sebagai indukan atau pejantan harus memenuhi persyaratan bibit sapi potong unggul. Kriteria sapi potong betina yang akan digunakan sebagai indukan harus memenuhi persyaratan sehat yang terindikasi dari mata sapi bersinar, gerakan sapi lincah tetapi tidak liar. Tidak ada kelainan pada organ reproduksi luar dan bebas dari penyakit menular.

(Baca Juga : Potong Sapi Betina Produktif, Warga Konawe Bakal Didenda Rp 300 Juta)

“Sapi betina tersebut harus berkualitas gizi pakannya dan jumlah pemberian pakan harus diperhitungkan sesuai kebutuhan agar sapi betina tidak terlalu gemuk atau kurus. Sebaiknya sapi betina indukan dibudidayakan dengan cara digembalakan yang akan menekan biaya pakan,” jelasnya

Pengembangan program ini, katanya, merupakan bentuk komitmen Pemkab Konawe dalam mengembangkan subsektor peternakan, di mana daerah Konawe memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Pihaknya juga mengharapkan semua peternak sapi di Konawe untuk terus mendorong populasi ternak sapi. “Diharapkan dengan upaya demikian akan meningkatkan perekonomian masyarakat petani dan tercukupinya kebutuhan protein hewani, sebagaimana target dari program pemerintah pusat menuju swasembada daging,” katanya. (B)

 

Reporter: Dedi Finafiskar
Editor: Jumriati

Komentar

Please enter your comment!
Masukkan Nama *Wajib